BANYUWANGI TUAN RUMAH JPID
2017
Kabupaten Banyuwangi akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Pemuda
Indonesia Daerah (JPID) Provinsi Jawa Timur 2017. Terpilihnya Kabupaten
Banyuwangi menjadi tuan rumah setelah menjadi kontingen terbaik pada JPID di
Kabupaten Blitar yang diselenggarakan 16-19 Oktober lalu.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim Drs
Supratomo.
Hasil dari JPID di Kabupaten Blitar yaitu kontingen terbaik I Kabupaten
Banyuwangi, kontingen terbaik ke II Kabupaten Pasuruan, kontingen terbaik ke
III kabupaten Pacitan dan harapan 1 Kabupaten Kediri. Masing juara mendapatkan
dana bantuan juara I Rp 6 juta, juara II Rp 4 juta, juara III Rp 2 juta dan
harapan I Rp 1 juta.
Sedangkan untuk para juara akan mewakili kontingen Jatim ke tingkat nasional,
yaitu Jambore Pemuda Indonesia digelar di Palangkaraya .
Sementara itu, Kabid Pengembang Organisasi Pemuda Dispora Jatim, Dudi
Harjantoro MM menjelaskan , bahwa JPID merupakan agenda Pemerintah
Provinsi Jatim yang dilaksanakan setiap tahun sekali oleh Dispora Jatim
kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota yang diikuti 300 orang pemuda
terpilih dari kabupaten/kota se- Jatim dalam bentuk kegiatan kemah bernuansa
budaya lokal, keberagaman, nasionalisme, kreatifitas dan kemandirian usaha
ekonomi produktif.
Tujuan dari JPID yaitu Membangkitkan semangat pemuda Jawa Timur melalui
pendekatan budaya lokal dalam memperkuat nasionalime pemuda,
Mengembangkan pemuda agar mampu menerima perbedaan dan keberagaman melalui
pemecahan masalah bersama yang mengutamakan proses dialog, interaksi, dan
kerjasama antar pemuda yang berbeda latar belakang budaya, suku, agama, etnis,
kelompok dan golongan sehingga dapat mengembangkan kearifan dalam menerima
perbendaan menjadi kekuatan bersama untuk membangun bangsa, Meningkatkan kemandirian
dan daya saing pemuda Jawa Timur melalui pameran produk pemuda, meningkatkan
cinta tanah air dan kesadaran sosial melalui kegiatan peduli lingkungan
alam dan lingkungan sosial dan menyeleksi dan menentukan kontingen pemuda Jawa
Timur dalam Jambore Pemuda Indonesia (JPI) Tingkat Nasional di Kalimantan
Tengah. (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa.
Selasa, 25 Oktober 2016
EDU BRAILE UNTUK TUNANETRA
Tiga mahasiswa ITS, Rahmat Bambang Wahyuni Jurusan Tenik Mesin, Nida Amalia Jurusan Teknik Informatika, dan Edy Hamid Saifullah Jurusan Teknik Elektro berhasil menciptakan Edu Braille. Sebuah alat yang sengaja dibuat untuk mempermudah tunanetra melakukan aktivitas membaca dan menghitung.
Nida menjelaskan, Edu Braille merupakan suatu hardware yang dikhususkan untuk memudahkan proses pembelajaran dasar bagi penyandang tunanetra. Alat ini memiliki dua fitur, yakni membaca dan berhitung. Pada fitur membaca, para penyandang akan diajarkan mengenal huruf alfabet dan mengeja. Tak hanya huruf alfabet, mereka juga diajak belajar membaca huruf diftong dan huruf mati. Sedangkan pada fitur berhitung, para tunanetra diajarkan penjumlahan dan pengurangan
Alat ini sangat ramah bagi tunanetra. bahkan Edu Braille lebih mudah dioperasikan dibandingkan dengan buku bacaan braille pada umumnya. Pada buku braille yang manual, para tunanetra harus mengenal dan dibacakan huruf alfabet. Baru mereka bisa memulai membaca dan harus membolak-balik bukunya. Namun dengan Edu Braille, mereka hanya meraba kemudian mengganti halamannya dengan menekan tombol next.
Sementara itu anggota tim ,Rahmat menuturkan alat ini memiliki tujuh halaman dengan 10 karakter dan memiliki kapasitas memori sebesar 32 gb menggunakan memori eksternal. “Alat ini juga dilengkapi dengan suara yang dapat membantu penyandang tunanetra. Bila mereka salah, alat ini dapat membenarkan lewat suara,” ucapnya.
Selain memudahkan bagi para pengguna, alat yang memerlukan proses pembuatan dan riset selama satu tahun ini juga memiliki harga yang terjangkau. “Sebelumnya telah ada alat serupa, akan tetapi harganya sangat mahal yakni 54 juta. Sedangkan alat kami hanya membutuhkan dua juta untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.
Ia berharap alat ini dapat membuat pembelajaran penyandang lebih efektif. Tiga orang yang tergabung dalam tim MOCO Warior dengan produk Edu Braille rencananya akan dipresentasikan dalam final Gemastik 9 di Universitas Indonesia pada 27 OKtober mendatang. (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Tiga mahasiswa ITS, Rahmat Bambang Wahyuni Jurusan Tenik Mesin, Nida Amalia Jurusan Teknik Informatika, dan Edy Hamid Saifullah Jurusan Teknik Elektro berhasil menciptakan Edu Braille. Sebuah alat yang sengaja dibuat untuk mempermudah tunanetra melakukan aktivitas membaca dan menghitung.
Nida menjelaskan, Edu Braille merupakan suatu hardware yang dikhususkan untuk memudahkan proses pembelajaran dasar bagi penyandang tunanetra. Alat ini memiliki dua fitur, yakni membaca dan berhitung. Pada fitur membaca, para penyandang akan diajarkan mengenal huruf alfabet dan mengeja. Tak hanya huruf alfabet, mereka juga diajak belajar membaca huruf diftong dan huruf mati. Sedangkan pada fitur berhitung, para tunanetra diajarkan penjumlahan dan pengurangan
Alat ini sangat ramah bagi tunanetra. bahkan Edu Braille lebih mudah dioperasikan dibandingkan dengan buku bacaan braille pada umumnya. Pada buku braille yang manual, para tunanetra harus mengenal dan dibacakan huruf alfabet. Baru mereka bisa memulai membaca dan harus membolak-balik bukunya. Namun dengan Edu Braille, mereka hanya meraba kemudian mengganti halamannya dengan menekan tombol next.
Sementara itu anggota tim ,Rahmat menuturkan alat ini memiliki tujuh halaman dengan 10 karakter dan memiliki kapasitas memori sebesar 32 gb menggunakan memori eksternal. “Alat ini juga dilengkapi dengan suara yang dapat membantu penyandang tunanetra. Bila mereka salah, alat ini dapat membenarkan lewat suara,” ucapnya.
Selain memudahkan bagi para pengguna, alat yang memerlukan proses pembuatan dan riset selama satu tahun ini juga memiliki harga yang terjangkau. “Sebelumnya telah ada alat serupa, akan tetapi harganya sangat mahal yakni 54 juta. Sedangkan alat kami hanya membutuhkan dua juta untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.
Ia berharap alat ini dapat membuat pembelajaran penyandang lebih efektif. Tiga orang yang tergabung dalam tim MOCO Warior dengan produk Edu Braille rencananya akan dipresentasikan dalam final Gemastik 9 di Universitas Indonesia pada 27 OKtober mendatang. (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
GELAR LELANG DI AGROBIS
JAWA TIMUR
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menggelar Pasar Lelang Agribis ke 135 di Puspa Agro Jemundo Jl Sawunggaling Taman Sepanjang Sidoarjo.
Lelang Agribis merupakan sarana tempat bertemunya para petani dan pedagang untuk berinteraksi dan bertransaksi hasil produk pertanian secara langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Komoditi yang ditawarkan di Lelang tersebut merupakan produk pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan dan hasil produk olahannya dari para UMKM. Seperti beras, cabe, bawang merah, ternak sapi dan sebagainya. Produk-produk pertanian dan peternakan yang melimpah. Jawa Timur mempunyai daya tarik tersendiri bagi pedagang besar dari berbagai daerah di Indonesia.
Di samping beras jagung, sapi potong, sayuran seperti cabe, bawang merah, kentang,tomat dan wortel , menjadi perhatian tersendiri bagi pedagang luar Jawa Timur seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan, Provinsi Batam, Indonesia Timur dan provinsi lain di Indonesia.
Lelang juga menjual berbagai aneka rempah-rempah dan bumbu-bumbuhan seperti jahe gajah, jahe emprit, kunir, kencur, temu ireng, mrica, pala, kayu manis, cabe jamu dan berbagai bunga. Tidak ketinggalan benih ikan, rumput laut. Juga benih tanaman seperti jeruk pamelo, mangga, kayu sengon dan sebagainya.
Panitia lelang menghimbau kepada penjual, pembeli dan petani yang akan mengikuti lelang komoditi pada Diharapkan pesertta datang pkl 09.00 dan mendaftar langsung di Panitia Lelang bertempat di Gedung Tani di Puspa Agro Jemundo Sidoarjo.(KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menggelar Pasar Lelang Agribis ke 135 di Puspa Agro Jemundo Jl Sawunggaling Taman Sepanjang Sidoarjo.
Lelang Agribis merupakan sarana tempat bertemunya para petani dan pedagang untuk berinteraksi dan bertransaksi hasil produk pertanian secara langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Komoditi yang ditawarkan di Lelang tersebut merupakan produk pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan dan hasil produk olahannya dari para UMKM. Seperti beras, cabe, bawang merah, ternak sapi dan sebagainya. Produk-produk pertanian dan peternakan yang melimpah. Jawa Timur mempunyai daya tarik tersendiri bagi pedagang besar dari berbagai daerah di Indonesia.
Di samping beras jagung, sapi potong, sayuran seperti cabe, bawang merah, kentang,tomat dan wortel , menjadi perhatian tersendiri bagi pedagang luar Jawa Timur seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan, Provinsi Batam, Indonesia Timur dan provinsi lain di Indonesia.
Lelang juga menjual berbagai aneka rempah-rempah dan bumbu-bumbuhan seperti jahe gajah, jahe emprit, kunir, kencur, temu ireng, mrica, pala, kayu manis, cabe jamu dan berbagai bunga. Tidak ketinggalan benih ikan, rumput laut. Juga benih tanaman seperti jeruk pamelo, mangga, kayu sengon dan sebagainya.
Panitia lelang menghimbau kepada penjual, pembeli dan petani yang akan mengikuti lelang komoditi pada Diharapkan pesertta datang pkl 09.00 dan mendaftar langsung di Panitia Lelang bertempat di Gedung Tani di Puspa Agro Jemundo Sidoarjo.(KominfoJatim,Makskom,IPJT)
LIMA SEKOLAH DI SURABAYA
JADI PERCONTOHAN
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memilih lima sekolah di Surabaya menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. Lima sekolah tsb dinilai memenuhi syarat untuk diteladani dari berbagai aspek.
Ketua panitia sosialisasi SMA Percontohan, Jonni Sucahyono mengatakan lima sekolah yang dimaksud adalah SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, SMA Muhammadiyah 2, SMA Al Hikmah dan SMA Khadijah. Beberapa aspek yang dinilai adalah telah menetapkan kurikulum 2013, telah menggunakan komputer ketika ujian nasional, nilai ujian nasional diatas rata-rata, memiliki integritas baik serta dalam lima tahun terakhir rata-rata hasil ujian nasional masuk kategori baik.
Ia menjelaskan ditunjuknya beberapa sekolah percontohan tersebut untuk meningkatkan mutu kegiatan pembelajaran bagi sekolah yang lain. Jonni menambahkan, bahwa pihaknya tidak hanya mengadakan sosialisasi, namun juga dijadikan ajang menyamakan misi diantara lima sekolah yang telah ditunjuk, serta berkomitmen guna bersama-sama saling melengkapi demi memajukan dunia pendidikan.(KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memilih lima sekolah di Surabaya menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. Lima sekolah tsb dinilai memenuhi syarat untuk diteladani dari berbagai aspek.
Ketua panitia sosialisasi SMA Percontohan, Jonni Sucahyono mengatakan lima sekolah yang dimaksud adalah SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, SMA Muhammadiyah 2, SMA Al Hikmah dan SMA Khadijah. Beberapa aspek yang dinilai adalah telah menetapkan kurikulum 2013, telah menggunakan komputer ketika ujian nasional, nilai ujian nasional diatas rata-rata, memiliki integritas baik serta dalam lima tahun terakhir rata-rata hasil ujian nasional masuk kategori baik.
Ia menjelaskan ditunjuknya beberapa sekolah percontohan tersebut untuk meningkatkan mutu kegiatan pembelajaran bagi sekolah yang lain. Jonni menambahkan, bahwa pihaknya tidak hanya mengadakan sosialisasi, namun juga dijadikan ajang menyamakan misi diantara lima sekolah yang telah ditunjuk, serta berkomitmen guna bersama-sama saling melengkapi demi memajukan dunia pendidikan.(KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Rabu, 05 Oktober 2016
UPACARA HUT TNI KE 71, SEDERHANA
Upacara HUT ke-71 TNI Tahun 2016 wilayah Jawa Timur yang digelar di Lapangan Makodam V Brawijaya berlangsung sederhana. Tidak menyelenggarakan parade pasukan atau Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang biasa disajikan saat perayaan hari jadi TNI.
“Penyelenggaraan HUT TNI merupakan salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat atas pembangunan kekuatan TNI yang telah dan sedang dilaksanakan khususnya pada tahun anggaran 2016,” kata Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmatyo dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Rabu (5/10).
Dikatakan Panglima, seluruh jajaran TNI akan terus memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara baik melalui Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Khususnya dalam tugas OMSP berbagai tugas telah dilakukan oleh prajurit TNI dengan baik yang melebihi panggilan tugas.
Tugas-tugas tersebut merupakan refleksi prestasi dan kinerja optimal yang dipersembahkan TNI kepada rakyat Indonesia seperti penanggulangan kebakaran hutan, bantun kepada korban bencana banjir bandang dan longsor serta yang masih melekat dalam ingatan bersama adalah keberhasilan TNI melaksanakan operasi Tinombala dalam rangka menumpaas aksi terorisme.
Oleh karena itu, tema pokok pada kegiatan HUT Ke-71 ini adalah “ Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian.
Makna yang terkandung di dalam tema tersebut adalah TNI tumbuh dan berkembang, serta berjuang bersama rakyat. Inilah esensi ciri kesejatian TNI, yang tidak boleh pudar di tengah-tengah arus globalisasi, yang terus bergerak secara dinamis.
Kesejatian tersebut harus ditumbuhkembangkan dan diselaraskan dengan pola pikir kehidupan masyarakat yang semakin modern, sehingga kecintaan akan tetap terbangun sebagai modal pokok, karena bersama rakyat TNI kuat dalam menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kekuatan TNI yang bersandar kepada rakyat, merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa untuk turut serta dalam bela Negara. Kedekatan dan kebersamaan TNI Rakyat merupakan inti dan pusat kekuatan (centre of gravity) dari Sistem Pertahanan Semesta yang kita anut,” tuturnya.
Hadir dalam upacara memperingati HUT ke-71 TNI kali ini yaitu Pangdam V / BWJ, Gubenur Jatim, Ketua DPRD Jatim, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Danlantamal V, Kasgartap III/Sby, Wagub AAL, Kasarmatim, Dankodikopsla, Karumkital Dr Ramelan Sby, Kasgartap III Sby, Danpasmar 1, Danpuspenerbal Danlanud Abdul Rahman Saleh Malang, Kajati, Walikota Surabaya serta tamu undangan lainnya.
Sedangkan pasukan upacara yang terlibat, 1 Kompi Korsik gabungan TNI, Batalyon upacara 1 (Kompi Pamen TNI dan Kompi Pama TNI), Batalyon upacara 2 ( 1 Kompi Pom TNI, 1 Kompi Wan TNI dan 1 Kompi TARUNA AAL), 1 Brigade upacara TNI AD (1 Yonif 500 /R, 1 Yonif 512/Merabunta dan 1 Yon Arhanudse-8), Brigade upacaraTNI AL ( 1 Batalyon pelaut, 1 Batalyon Gabungan (Kodiklatal,AAL, lantamal V, satlinlamil dan 1 Batalyon Marinir), 1 Brigade upacara gabungan(1 Batalyon TNI AU, 1 Batalyon POLRI dan 1 Kompi ASN.
Selain itu ditampilkan kendaraan tempur sebagai background berupa 2 unit Anoa TNI AD, 2 unit panser panhat TNI AD, 2 unit howitser TNI AD, 4 unit meriam 57 TNI AD, 2 unit tank BMP 3 F Marinir, 2 unit LVT seven Marinir, 2 unit RM 70 Vampir Marinir, 2 unit sea rider Marinir, 2 unit jeep POMAL, 1 unit jeep POMAU, 2 unit sedan POMAD, 5 unit sepeda motor POM TNI dan 4 unit PJD.
Pada upacara kali ini, Irup juga menyerahkan Penganugrahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia pada perwakilan tiga angkatan antara lain Kapten Inf Setyo Bhakti (Bintang Kartika Eka Paksi Narya), Kapten Inf Nurjanah ( Setya Lencana 8 tahun ), Serma POM AD Sutiyono (Setya Lencana 24 tahun), Serma TTG Joko Kustanto (Setya Lencana 16 tahun), Serma Mes Johan Daftar (Setya Lencana 8 tahun), Serka POM Udin (Setya Lencana 8), Sertu Daroji ( Setya Lencana 8 tahun) dan Praka Benny P (Setya Lencana 8 tahun). (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Selasa, 04 Oktober 2016
21
CALON ANGGOTA KPID MEMASUKI TAHAP UJI KELAYAKAN
Proses seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur kini bakal memasuki tahap uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) secara terbuka. Proses seleksi bakal diikuti 21 calon komisioner KPID Jatim yang digelar di gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura No 1 Surabaya.
“Kami telah menerima 21 nama-nama caloan anggota KPID Jatim masa jabatan 2016-2019 dari tim seleksi. Selanjutnya akan dilakukan fit and proper test melalui Komisi A DPRD Jatim,” kata Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar, Selasa 4 Oktober.
Nama ke 21 peserta yang berhak ikut debat publik, yakni A Afif Amrullah, Agus Edi Winarto, Agus Sugiharto, Amalia Rosadi Putri dan Awang Dharmawan, Bashul Hazami, Budiono, Eko Rinda Prasetiyadi, Gandi Wicaksono, dan Hasan Ali, Immanuel Yosua T, Iswanto, M Aliyulloh Hadi, Malik Setyawan, Nur Elya Anggraini, dan Putri Aisyiyah RD. Ada pula Suprihatin, Vinda Maya S, Witanto, Yasin Al Raviri, dan Zulfery Yusal Koto .
Pelaksanaan uji kelayakan dan
kepatutan itu bakal dilgelar selama tiga hari mulai 13-15 Oktober 2016. Pihak
Komisi A meminta masukan saran dan kritikan masyarakat mengenai 21 calon
anggota KPID Jatim tersebut.
Kritik dan saran masyarakat dapat disampaikan langsung ke Sekretariat DPRD Jatim atau melalui email komisiadprdjatim@gmail.com dan fax 031-3534731. Saran dan masukan juga bisa disampaikan melalui sekretariat KPID Jatim Jalan Ngagel Timur 52-54 Surabaya atau emailsetkpidjatim@gmail.com.
Ke-21 calon komisioner tersebut sebelumnya telah mengikuti tes seleksi administrasi dari 79 orang calon. Dari 21 calon akan terpilih lima orang terbaik yang akan menjadi komisioner KPID Jatim periode 2016-2019. Selain itu, akan dipilih pula lima nama calon yang menjadi cadangan. Kelima calon terpilih selanjutnya akan dilantik oleh Gubernur Jatim H Soekarwo. (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Kritik dan saran masyarakat dapat disampaikan langsung ke Sekretariat DPRD Jatim atau melalui email komisiadprdjatim@gmail.com dan fax 031-3534731. Saran dan masukan juga bisa disampaikan melalui sekretariat KPID Jatim Jalan Ngagel Timur 52-54 Surabaya atau emailsetkpidjatim@gmail.com.
Ke-21 calon komisioner tersebut sebelumnya telah mengikuti tes seleksi administrasi dari 79 orang calon. Dari 21 calon akan terpilih lima orang terbaik yang akan menjadi komisioner KPID Jatim periode 2016-2019. Selain itu, akan dipilih pula lima nama calon yang menjadi cadangan. Kelima calon terpilih selanjutnya akan dilantik oleh Gubernur Jatim H Soekarwo. (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
RENCANA
DPRD JATIM BAHAS RAPBD
Rencana pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2017 Pemerintah Provinsi Jawa Timur rencana akan dibahas pada hari Senin tgl 10 Oktober 2016. Sebenarnya menurut rencana akan dibahas pada hari Jum’at tetapi terpaka diundur.
Wakil ketua DPRD Jatim, Kusnadi di DPRD Jatim, mengatakan, salah satu penyebab tertundanya waktu pembahasan R-APBD Jatim 2017 yakni belum tuntasnya perampingan SKPD di lingkungan Pemprov Jatim karena Perda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (PSPD) baru disahkan 26 September lalu.
"Kami memaklumi penataan SKPD di lingkungan Pemprov Jatim membutuhkan waktu. Sebab ini menyangkut nasib orang banyak akibat menyesuaikan dengan PP No.18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah," kata Kusnadi.
Kendati molor, ia tetap optimistis pembahasan R-APBD Jatim 2017 tidak sampai melebihi Desember 2016 karena jika itu terjadi bisa dikenakan sanksi berupa pemotongan DAU dari pemerintah pusat.
Hal senada, Akhmad Iskandar Wakil Ketua DPRD Jatim dari FPD DPRD Jatim membenarkan bahwa rapat Banmus DPRD Jatim untuk penjadwalan pembahasan Raperda APBD Jatim 2017 ditunda karena pihak eksekutif dan legislatif belum siap, "Walaupun waktu pembahasan yang tersisa tinggal 2 bulan tapi kami optimistis Raperda APBD Jatim 2017 bisa disahkan tepat waktu bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang”.
Anggota Komisi DPRD Jatim lainnya, M Samwil juga optimistis kekuatan APBD Jatim 2017 akan naik seiring keberhasilan program Tax Amnesty yang digagas pemerintah pusat. "Kami optimis DAU untuk APBD Jatim 2017 mendatang tidak akan ditunda lagi karena keuangan APBN semakin kuat," ujar Samwil
Bahkan ia juga optimistis pertumbuhan ekonomi Jatim akan tumbuh pesat jika dana repatriasi dari program Tax Amnesty disalurkan ke pelaku UMKM. "Kekuatan ekonomi Jatim itu ada di sektor UMKM, jika UMKM kuat, pertumbuhan ekonomi Jatim juga akan meningkat”. (KominfoJatim,Makskom,IPJT)
Langganan:
Postingan (Atom)