POLDA JATIM FASILITAS
TES KESEHATAN CALON ANGGOTA BAWASLU
Polda Jawa Timur menggelar tes kesehatan bagi
calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim. Tes diikuti 164
peserta selama dua hari, Kamis-Jumat (10-11 Agustus).
Untuk tes hari pertama diikuti 82 peserta
namun dihadiri 72 peserta. Tes kedua yang akan dilaksanakan besok juga
diikuti 82 peserta. Tes kesehatan meliputi cek tensi dan nadi, cek
fisik, dan tes tulis untuk tes kejiwaan.
"Kami memfasilitasi tes kesehatan calon
anggota Bawaslu Jatim dengan standar yang sudah kami tetapkan. Cek fisik
sudah dilakukan pagi dan siang ini tes
kejiwaan oleh psikiater," kata Kabid Dokter Polda Jatim, Kombes Pol
Budi Hariyadi ditemui di gedung Mahameru Mapolda Jatim.
Tes dilakukan secara selektif sesuai standar
Polri. Tes kesehatan ini penting untuk mengetahui kondisi calon anggota
Bawaslu karena kerjanya cukup berat.
Kepala Bagian Keuangan Bawaslu RI,
Pakerti Luhur mengatakan, dari 164 calon yang ikut tes hanya akan diambil
lima orang .Tiga sebagai komisioner dan dua masuk jadi cadangan.
Dari 164 peserta, terdapat dua nama yang
menjadi calon petahana, yakni Andrea Pardede dan Sri Sugeng Pujiatmjko.
Dalam tes calon komisioner Bawaslu ini, diegaskan
tidak ada peserta titipan dari pihak manapun. Semua sama dan harus mengikuti
sesuai prosedur seleksi yang sudah ditentukan.(Kominfojatim,Mak’skom,IPJT,15.8.17}
Berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa.
Selasa, 15 Agustus 2017
JATIM KEKURANGAN PERSONIL POLISI
Polda Jatim tahun 2017menerima 711 calon bintara yang kini mulai menempuh pendidikan di SPN (Sekolah Polisi Negara) Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Penambahan jumlah personil itu dinilai Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin masih kurang. Karena jumlah personil Polri di wilayah hukum Polda Jawa Timur masih belum ideal dan tidak seimbang dengan jumlah penduduk Jawa Timur.
Kapolda menjelaskan, dengan penambahan ratusan personel yang kini masih menempuh pendidikan, dibandingkan dengan jumlah personil yang pensiun juga masih belum ideal. Minimal sebaiknya ditambah 1:600 personil.
Jenderal polisi bintang dua itu menuturkan, nantinya lulusan dari Bintara Polri Tugas Umum di SPN tersebut akan diserahkan ke Polda Jatim. “Polda sendiri saat ini kekurangan personil. Jumlah personil di Polda Jatim tidak seimbang dengan jumlah penduduk di Jawa Timur,” ujarnya.
Kapolda menekankan terhadap peserta didik SPN Mojokerto agar mensyukuri nikmat yang dicapai saat ini. “Untuk para gadik atau pengasuh supaya bisa mendidik calon bintara menjadi anggota Polri yang profesional, modern dan terpercaya.(Kominfojatim,Mak’skom,IPJT15.8.17)
Polda Jatim tahun 2017menerima 711 calon bintara yang kini mulai menempuh pendidikan di SPN (Sekolah Polisi Negara) Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Penambahan jumlah personil itu dinilai Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin masih kurang. Karena jumlah personil Polri di wilayah hukum Polda Jawa Timur masih belum ideal dan tidak seimbang dengan jumlah penduduk Jawa Timur.
Kapolda menjelaskan, dengan penambahan ratusan personel yang kini masih menempuh pendidikan, dibandingkan dengan jumlah personil yang pensiun juga masih belum ideal. Minimal sebaiknya ditambah 1:600 personil.
Jenderal polisi bintang dua itu menuturkan, nantinya lulusan dari Bintara Polri Tugas Umum di SPN tersebut akan diserahkan ke Polda Jatim. “Polda sendiri saat ini kekurangan personil. Jumlah personil di Polda Jatim tidak seimbang dengan jumlah penduduk di Jawa Timur,” ujarnya.
Kapolda menekankan terhadap peserta didik SPN Mojokerto agar mensyukuri nikmat yang dicapai saat ini. “Untuk para gadik atau pengasuh supaya bisa mendidik calon bintara menjadi anggota Polri yang profesional, modern dan terpercaya.(Kominfojatim,Mak’skom,IPJT15.8.17)
Rabu, 09 Agustus 2017
BUKU INI BERBICARA TENTANG :
*. Sejarah penyiaran
*. Teknik Penyiaran: Spektrum Frekuensi Radio, Sarana Pemancaran, Penerimaan Siaran, Stasiun Relai, Interfensi Siaran, Standart Penyiaran, Rencana Teknik dan Perumusan Kebutuhan
*. Sistem Penyiaran: Jenis Stasiun Penyiaran dan Jangkauan Siaran
*. Manajemen Penyiaran
*. Audien Penyiaran: Segmentasi, Target Dan Perilaku Audien, Positioning
*. Program Siaran: Jenis Program, Strategi Perencanaan Program, Eksekusi, Evaluasi Program
*. Riset Penyiaran
*. Pemasaran Program
*. Promosi Program
*. Program Dan Faktor Yang Mempengaruhi Penyiaran
Buku ini di-tulis oleh Marissan,M.A. dan diterbitkan oleh KENCANA PRENADA MEDIA GROUP, Jl. Tambra Raya No.23. Rawamangun Jakarta
Selasa, 25 Juli 2017
MAKANAN DAN UDARA SEBAGAI PENYEBAR PENYAKIT
Dokter Spesialis Anak di RSU dr Soetomo, dr Agus Harianto, SpA(K), mengatakan, dua hal yaitu makanan dan udara harus menjadi perhatian utama bagi para orang tua sebagai tindakan preventif (penjegahan) agar anak-anak tidak terserang penyakit. Makanan atau minuman yang diberikan harus dijaga kehigienisannya dan dipastikan udara yang dihirup mereka sehari-hari bersih dan terhindar dari polusi.
Penyakit yang banyak diderita anak-anak maupun bayi adalah muntaber, ISPA, atau flu yang mana penyakit tersebut sering ditularkan atau disebabkan oleh kuman yang masuk melalui makanan dan udara. Oleh karenanya kebiasaan hidup bersih dan sehat harus terus diberlakukan, baik pada yang telah dewasa atau pada anak-anak.
Menurut Agus, masih ada sebagian orang tua yang kurang memperhatikan kehigienisan makanan yang dikonsumsi anak mereka. Mulai dari kurang bersih saat mencuci, salah pengolahan, hingga penyimpanan makanan setelah makan yang kurang tepat dan higienis membuat makanan tersebut tercemar kuman atau bakteri.
Sedangkan media udara yang sangat mengkhawatirkan dan biasa terjadi dimasyakat adalah asap rokok dan polusi kendaraan bermotor. Sekarang ini masih banyak orang tua yang merokok di dekat anak mereka, atau anak berada di dekat perokok.
Selain dampak jangka pendek terserang penyakit, dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak juga sangat buruk. Karena risiko jadi perokok pasif sama dengan perokok aktif. Kondisi semaca ini akan lebih buruk jika didukung kondisi tubuh dan daya tahan tubuh anak-anak biasanya belum sempurna dan tidak sebaik orang dewasa. hal ini membuat perkembangan kuman atau penyakit menjadi lebih cepat dan sembuh lebih lama.
Menurut dr.Agus pola hidup sehat ditambah vaknisasi dan imunisasi yang lengkap bagi anak-anak sangat diperlukan. Sebagai tindakan pencegahan dan mengurangi risiko anak-anak terkena penyakit.(Kominfojatim9,6,16,Mak’skom,IPJT25.7.2017.
Selasa, 11 Juli 2017
Jumat, 07 Juli 2017
KELOMPOK
KELOMPOK
Mata
itu terpejam atau dipejamkan, baru aku tahu
Solar
menjalar kekaki kaki bukit nan terjal menjalar
Bukit
terjal awan tebal menanding tumbuh diufuk cakrapala
Terjal
hati menelungkupkan hati nan beku
Membawa
berkah melimpah kita terjal terpental pental
Kosong
penanda sorga tidak terbuka
Bunga
meniup angin tak terbuka menangkis perkara
Tuding
menunding diatas meja nan lebar yang bergandeng
Duduk
ditengah perjaka atau duda orang tidak dan tak akan peduli
Kelompok
berhadap kelompok
Makan
nadi tergoncang terpincang pincang
Rakyat
menunggu putusan genderang
Terpukul
mabuk meja diterjang ditendang
Manusia
manusia menunggu kejujuran tebal berlimpah dihati dibibir dilangkah langkah
Terbenam
dalam pusaran kelompok
Muncul
dalam pusaran kelompok
Rakyat
tertegun menunggu
Sampai kapan.
Langganan:
Postingan (Atom)



