Kamis, 22 Maret 2018



PROGRAM JALIN MATRA JATIM BERDAMPAK POSITIF
Program jalin matra yang dicanangkan Pemerintah Provinsi mulai 2014 - 2018 telah membawa dampak yang positif bagi perkembangan masyarakat miskin di Jatim, salah satu dampaknya yaitu menumbuhkan usaha baru.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa/Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jatim (DPMD), Muhammad Yasin ditemui di kantornya, Kamis (22/3) mengatakan, program yang dibuat oleh Gubernur Jatim mulai 2014 - 2018 telah membawa dampak positif bagi masyarakat miskin di Jatim untuk menumbuhkan usaha baru.
M.Yasin berkata mengatakan, bahwa Program Jalin Matra ini diberikan kepada Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP). Dan Bentuk bantuan yang disalurkan Jalin Matra ini berupa bantuan usaha produktif yang paling utama dan sesuai dengan permintaan KRTP seperti toko sembako dan kerajinan.
Menurut data dari DPMD pada 2014 - 2018 mencatat ada usaha baru dampak dari program jalin Matra penanggulangan Kerentanan kemiskinan yaitu, 13.717 RTS (Rumah Tangga Sasaran). Usaha yang paling banyak dilakukan penerima jalin matra yaitu untuk usaha warung kopi, berdagang sayuran, counter, dan pedagang keliling mencapai 50 %, untuk Jasa Pertanian mencapai 19 %, kemudian jasa konveksi mencapai 10 %. Untuk format bantuan Jalin matra ini bantuan yang pertama memang digunakan untuk modal usaha.
Ditambahkan, untuk pelaksanaan program jalin matra 2018, ada sedikit perubahan formula bantuan kepada masyarakat miskin di Jatim yaitu 90 persen untuk usaha dan 10 persen bantuan untuk makanan, hal ini dilakukan untuk menunjang peningkatan konsumsi, sehingga diharapkan kalau konsumsi meningkat, pendapatan meningkat. Perubahan formula bantuan ini juga diharapkan mendukung dan mempercepat penanggulangan kemiskinan di Jatim.
Untuk mengawal dan memfasilitasi pelaksanaan program Jalin Matra di 2018, Pemprov Jatim juga melibatkan 319 pendamping di 38 Kabupaten/Kota. Dan juga bekerjasama dengan tiga perguruan Tinggi Negeri Di Jatim, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Airlangga Surabaya. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.22.3.18)
Views 33



MUSREMBANG KAB.PAMEKASAN
Kabupaten Pamekasan mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2018 yang merupakan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di tahun 2019, Rabu (21/3) sore.
Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy’ari mengatakan, kegiatan mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar dan Penguatan Sumber Daya Lokal.”
Wakil Bupati mengatakan, bahwa komitmen dan semangat kita semua dapat menjadi bekal untuk terus memacu dan mempercepat kinerja pemerintahan dan pembangunan daerah di Kabupaten Pamekasan.
Menurut Wabup, Musrenbang merupakan media forum yang strategis dalam rangka sinkronisasi dan sinergitas perencanaan pembangunan sejalan dengan otonomi daerah dan desa. Tanpa kita sadari bebagai program kegiatan pembangunan daerah telah banyak kita lakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pamekasan, untuk itu sudah sepatutnya kita bersyukur dan bangga atas apa yang sudah tercapai.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Pamekasan, Achmad Halili Yasin mengatakan, jelang akhir kepemimpinannya atas, nama pribadi dan Pemkab Pamekasan beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan yang ada khususnya dalam hal pemerataan hasil pembangunan tahun 2013 – 2018. Diakuinya masih banyak harapan dan kebutuhan masyarakat yang mungkin belum bisa dipenuhi secara langsung dan nyata yang disebabkan oleh berbagai faktor. namun demikian, harus tetap memotivasi diri bersama kepala daerah yang baru nanti. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.22.3.18)
Views 38

Rabu, 21 Maret 2018

TIGA SRIKANDI


DEP.MANAJEMEN BISNIS ITS BERALIH KE SOSHUM
Seleksi masuk Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai tahun 2018 beralih ke bidang sosial humaniora (Soshum). Menurut Imam Baihaqi ST MSc PhD selaku Kepala Departemen Manajemen Bisnis ITS, bahwa peralihan bidang ini mulai berlaku pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018. "Calon mahasiswa dari jurusan IPS dapat memilih Manajemen Bisnis pada kategori Soshum. Sedangkan pada SBMPTN bisa diikuti kelompok Soshum bagi siswa IPS dan campuran bagi siswa IPA,” penjelasan Baihaqi, di Surabaya, Rabu (21/3).
Keputusan tersebut mulai diberlakukan untuk calon mahasiswa tahun ini. Alasan utamanya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang manajemen bisnis.
Tahun ini, keketatan masuk Manajemen Bisnis ITS berada di posisi keempat dan pendaftar terbanyak masih dari siswa IPA. “Meskipun beralih kategori dari Saintek ke Soshum, peminat manajemen bisnis masih didominasi oleh jurusan IPA.
Peralihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendaftar DMB ITS. “Bila pendaftarnya memiliki kualifikasi yang baik, maka kualitas alumninya pun akan mumpuni,” tutur pria lulusan Monash University Australia ini.
Imam optimistis bahwa Departemen Manajemen Bisnis ITS dapat menghasilkan para pengusaha dan pebisnis profesional yang inovatif. Sehingga, lulusannya dapat berkontribusi secara nyata bagi Indonesia. Kelihat input dan proses perkuliahan manajemen bisnis selama ini, lulusan Manajemen Bisnis ITS bisa berdaya saing dan ikut menambah lapangan kerja serta mengurangi pengangguran di Indonesia. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.21.3.18)
Views 56


DINAS LINGKUNGAN HIDUP JATIM PERANGI SAMPAH
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim mengajak masyarakat kompak pengatasi sampah plastik, dengan cara mengurangi penggunaannya."Makanan atau minuman kemasan dari plastik tidak bisa hentikan peredaran secara total, karena masih banyak masyarakat atau daerah yang memerlukannya. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi  penggunaannya," kata Kepala DLH Jatim, Diah Susilowati saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Plastik di Jawa Timur 2018 di Surabaya, Rabu (21/3).
Pemerintah saat ini sedang merumuskan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengolahan sampah sisa pakai produk yang nantinya wajib dikelola perusahaan penghasil produk seperti minuman kemasan, pempres sekali pakai, atau plastik pembungkus lainnya.Masyarakat harus mengetahui bahwa limbah botol minuman atau pembungkus makanan dan pempres tidak berbahaya jika dikelola dengan benar.
"Perusahaan yang membuat produk-produk tersebut harus membantu pemerintah untuk mendaur ulang kembali sisa sampahnya, sehingga tidak berbahaya dan mencemari lingkungan, sampai saat ini kami terus mengingatkannya”.
Lebih lanjut dikatakannya, sampah yang dihasilkan Jatim lebih dari 17 ribu ton/hari, dari angka itu baru sebesar 19% sampah plastik yang berhasil diolah atau didaur ulang.
Guna mengatasi persoalan ini,  diharapkan masyarakat turut terlibat aktif termasuk melibatkan pemulung  dalam mengatasi masalah sampah khususnya di perkotaan, sehingga tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan. Sebagai salah satu cara untuk mengingatkan masyarakat diperlukan seperti papan himbauan jangan buang sampah sembarangan lengkap dengan sanksi yang dikenakan.
Perusahaan yang membuat makanan atau minuman kemasan bukan dilarang berproduksi tetapi diharuskan bisa merespons dengan kemampuan pengolahan sampah plastik. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.21.3.18)
Views 70


Selasa, 20 Maret 2018


PANGDAM V BRAWIJAYA DUKUNG TAMAN PERDAMAIAN DI MOJOKERTO
Pangdam V Brwijaya Mayjen TNI Arief Rahman mendukung gagasan putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, yaitu Bambang Sulistomo untuk membangun Taman Perdamaian Dunia Soerjo Majopahit. Taman yang juga merupakan ide Hj.Sulistiana ini rencana ditempatkan dipusatkan di desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
 Pangdam mengatakan, bahwa  dari berbagai aspek di Makodam saat ini juga memiliki kesamaan dengan aspek yang menjadi pedoman kerajaan Majapahit. Slogan untuk terus berbuat yang terbaik kepada rakyat, tetap kami pegang teguh selama mengemban tugas sebagai prajurit.Selasa (20/3).
Selasa, 20 Maret, alumnus Akmil tahun 1988 ini juga menginstruksikan jajaran di wilayah teritorialnya untuk ikut berperan dalam rencana pembangunan taman dimaksud.
Sementara itu, Bambang Sulistomo menjelaskan, pembangunan TPDSM tersebut untuk mengenang jasa para leluhur yang diimplementasikan melalui pengenalan situs-situs bersejarah yang sering ditemukan. “Jawa Timur, merupakan salah satu wilayah yang terkenal dengan destinasi maupun lokasi-lokasi bersejarah pada masa kerajaan. Tak hanya kerajaan Singasari, wilayah ini juga merupakan salah satu markas terbesar kerajaan Majapahit kala itu,” ungkapnya.
Menurutnya, pengenalan sejarah kepada masyarakat dinilai penting, selain menghormati jasa-jasa pendahulu, pengenalan sejarah tersebut juga memiliki dampak yang sangat bagus bagi para generasi penerus bangsa. “Kami berencana Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit ini sebagai pusat penelitian, pengkajian, sekaligus pelestarian nilai-nilai luhur warisan budaya Majapahit, yang kala itu menghiasi nusantara selama hampir dua abad lamanya,” ungkap Bambang.
Selain sebagai pusat pengkajian dan penelitian, Bambang menuturkan, perencanaan pembangunan warisan leluhur tersebut, dapat dijadikan suatu common denominator menguatnya kembali semangat persatuan bangsa Indonesia. Bambang mengharapkan, pembangunan taman ini nantinya juga sebagai simbol eratnya rasa persaudaraan bangsa-bangsa di dunia. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.20.3.18)
Views 354


Senin, 19 Maret 2018


ITS KEMBANGKAN PUI
Sebagai Centre of Excellence di bidang maritim, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya meningkatkan riset teknologi kemaritiman sebagai dukungan pengembangan Science and Technology Park (STP). Salah satunya dibuktikan dengan merilis Pusat Unggulan Iptek (PUI) Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut melalui acara Kick Off di gedung Nasdec ITS, Senin 19/3.
Direktur Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian ITS, Dr Eng Kriyo Sambodho ST M Eng, yang biasa dipanggil Dodhot, mengatakan bahwa PUI penting untuk dibentuk di dalam institusi pendidikan. Dengan PUI, produk inovasi akan lebih cepat dikembangkan.
PUI sendiri terbagi menjadi dua bidang, yakni PUI yang berbasis produk dan berbasis paten. Saat ini ITS bergerak di PUI berbasis produk karena ITS adalah perguruan tinggi, dan PUI ini juga berguna menciptakan sebuah produk unggulan inovasi terbaru. 
Dalam rentang waktu tiga tahun ini, ITS mampu merilis tiga PUI. Pada tahun 2016, ITS telah merilis PUI Sistem Kontrol Otomotif (SKO) yang sebelumnya bernama Pusat Riset Mobil Listrik Nasional (Molina). Pada tahun 2017, ITS kembali merilis PUI Mechanics Industrial Automation (MIA), dan pada tahun 2018 ini ITS secara resmi merilis satu PUI lagi. Yakni PUI untuk Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut atau yang disingkat KEKAL. Apabila dilihat dari jumlah PUI yang dimiliki, ITS nomor tiga terbanyak di Indonesia. Nomor satu yakni IPB dengan enam PUI, kemudian ITB dengan lima PUI. PUI sendiri adalah badan yang mengatur tentang riset penelitian agar menciptakan inovasi-inovasi dan produk-produk yang berkembang. Sehingga, dengan PUI ini sebuah instansi dapat mempunyai sebuah badan penelitian untuk menghasilkan produk-produk yang lebih bagus.
Sementara itu, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc yang bertindak sebagai koordinator PUI KEKAL mengatakan, latar belakang pembentukan PUI kali ini dikarenakan tingginya jumlah kecelakaan kapal di Indonesia, adanya peraturan internasional tentang keselamatan kapal dan untuk meningkatkan penguatan kelembagaan keselamatan. 
Tujuan pembentukan PUI kali ini, menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV ITS ini, adalah untuk menyiapkan upaya komersialisasi hasil riset dan inovasi melalui kegiatan hilirisasi riset inovasi, termasuk kegiatan promosi dan kegiatan pendukung lainnya.Diharapkan, dengan adanya PUI ini maka banyak laboratorium dan ruang lingkup yang bisa bekerja sama. Salah satu produk yang sudah dihasilkan kampus ITS saat ini adalah AISITS (Automatic Identification System ITS, red) yang bergerak di bidang perkapalan.
Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD mengatakan, PUI KEKAL ini adalah sebuah tantangan bagi ITS, karena setiap orang di dalamnya dituntut untuk berinovasi dan berkembang. Selain itu,  PUI adalah cikal bakal sebuah entrepreneur university. Dengan PUI ini, ITS dapat menciptakan sebuah produk-produk terbaru, sehingga bisa dijual ke publik dan disebarluaskan. 
Guru besar Teknik Lingkungan ini juga menginginkan agar para dosen di ITS dapat bekerja sama dengan para doktoral yang ada agar bisa membuat inovasi terbaru. Agar ke depannya bisa lebih cepat terbentuk PUI-PUI yang lainnya, sehingga ITS bisa lebih cepat maju dan berkembang lebih baik lagi. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.19.3.18)