Rabu, 20 September 2017

SUDUT PERFILMAN 1.
APAKAH FILM ITU ?
Saya pikir tak seorangpun yang tidak mengenal film, yang setiap hari bisa di lihat di gedung bioskop, layar televisi ataupun di jaman modern dan teknologi tinggi bisa juga di nikmati lewat Telepon Genggam (HP). Lalu apakah film itu ?
Ada beberapa pengertian tentang film itu apa. Misalnya, dalam buku lama yang diterbitkan ditahun 1965 berjudul “Publisistik Pers”, oleh penerbit Ichtiar, Jakarta, Oey Hong Lie mengartikan film sebagai alat komunikasi massa yang mengoperkan lambang lambang komunikasinya dalam bentuk bayangan bayangan hidup di sebuah layar putih. Ini dilakukan dengan batuan proyektor, sedangkan filmnya sendiri adalah tidak lain dari pada suatu rentetan foto di atas selulloid.
Dalam “Kamus Komunikasi”, film diartikan sebagai bahan tipis dan bening berbentuk carik yang dilpisi emulsi yang peka cahaya untuk merekan gmbar dari suatu obyek dengan kamera. Onong Uchjana Effendy juga memberi pengertian film itu media komunkasi yang bersifat visual atau audio-visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul disuatu tempat tertentu.
Ketika Departemen Penerangan masih ada, Menteri Penerangan Sdr.Harmoko dalam  Surat Keputusan Menteri Penerangan RI No. 194/KEP/MENPEN/1984, Tentang Badan Sensor Film, tercantum pengertian film, yaitu “ rekaman segala macam gambar hidup atau bergerak, dengan atau tanpa suara, yang dibuat diatas pita celluloid, jalur pita magnetik, piringan audio visual (disc) dan atau elektronis lainnya yang mungkin ditemukan oleh kemajuan teknologi, dalam segala bentuk, jenis dan ukuran baik hitam /putih atau berwarna, yang dapat disajikan dan atau dipertunjukkan kembali sebagai tontonan di atas layar proyeksi/layar putih dan atau layar televisi dengan menggunakan sarana sarana mekanis dari segala macam bentuk peralatan proyeksi “.
Sementara itu dalam Undang Undang RI Nomor 8 Tahun 1992, Tentang Perfilman, dipermaklumkan pengertian film adalah  karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronika, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara yang dapat dipertujukkan dan/atau ditayangkan dalam sitem proyeksi mekanik, elektronik, dan/atau lainnya  

Kemudian pada Undang Undang RI Nomor 33 Tahun 2009, Tentang Perfilman, film adalah karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan.(Budi Sampurno,Mak’skom.IPJT.20.9.17)

Sabtu, 09 September 2017

SOLUSI KEMISKINAN DI JAWA TIMUR
Menurut Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, sampai dengan Maret 2017 tingkat kemiskinan Jatim 11,77 persen.  Angka tersebut turun sebesar  0,08 persen dibanding bulan September  2016. Untuk kemiskinan pedesaan per Maret 2017 sebesar 15,82 persen, turun sebesar 0,01 persen dibanding Bulan September  2016. Sedangkan di perkotaan per Maret 2017 sebesar 7,87  persen, turun sebesar  0,04 persen dibanding bulan September 2016.
Sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan, salah satunya dilakukan penanganan jangka panjang oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov Jatim, Dinas Sosial untuk hal-hal adhoc serta air bersih oleh DPU Cipt Karya.
Selain itu DPMD Jatim akan mengusulkan ke Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi agar pemanfaatan dana desa dirubah dari block grand  menjadi specific grand. Artinya, dana desa  diarahkan untuk ekonomi produktif , bukan seperti halnya selama ini yang 80 persennya untuk infrastruktur. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur desa dengan membeli paving dari kota sekaligus pemborong dari kota tidak terjadi lagi karena tidak memberikan nilai tambah bagi desa. Olh karna itu harus dilakukan evaluasi terhadap penempatan anggaran, misal 40 persen untuk infrastruktur, sedangkan sisanya untuk kegiatan ekonomi produktif dan sosial.
Dengan demikian maka ada keseimbangan dan solusi mengatasi kemiskinan akan lebih terarah dan muda di awasi. (Kominfojatim,Mak’skom,IPJT,9.9.17)



YOSAL IRIANTARA. kali ini menulis buku dengan judul COMMUNITY RELATIONS, yang diterbitkan oleh penerbit SIMBIOSA REKATAMA MEDIA, Jln. Srikania Raya No.13 Bandung, tahun 2004.
Pada PENDAHULUAN, Yosal memberi pengertian tentang Public Relations, Publik, Relasi Dalam PR, Proses PR dan Tujuan PR.

Pada selanjutnya dibicarakan secara gamblang tentang Pengertian Komunitas, Hubungan Organisasi dan Komunitas, Peran Komunitas Bagi Keberhasilan Organisasi, Tantangan dan Perubahan serta Otonomi Daerah Dan Praktik Cummunity Relations.
Yosal juga membicarakan tentang Community Relations Organisasi, Perencanaan Program Community Relations, Implementasi Program Community Relations, Evaluasi Program Community Relations

Pada pembicaraan Community Relations Dalam Praktik, di kupas tentang Kemitraan Bisnis-Komunitas, Pengembangan Masyarakat, Praktik Community Relations Di Indonesia serta Pelaporan Tanggung Jawab Sosial

Buku ini menarik bagi mahasiswa Jurusan Komunikasi, apalagi yang ingin mendalami profesi Public Relation. Bagi yang sudah berprofesi Public Relation ada baiknya juga mempelajari buku ini guna menambah pengetahuan yang pasti berguna pada praktik se hari hari.(Budi Sampurno,Mak'skom.IPJT.9.9.17)

Jumat, 08 September 2017

DASAR DASAR PUBLIC RELATIONS merupakan judul buku yang di tulis oleh SOLEH SOEMIRAT dan ELVINARO ARDIANTO serta diterbitkan oleh PT.REMAJA ROSDAKARYA, Jl. Ibu Inggit Ganarsih no.40 Bandung, tahun 2003.

Dalam buku ini dibicarakan tentang Public Relations dan terbagi dalam beberapa Bab, yaitu:

Bab 1.Mengelola Media Perusahaan Haouse Journal

Bab 2. Kegiatan Penulisan Public Relations

Bab 3. Strategi Dan Teknik Management Public Relations

Bab 4. Opini Public Dan Citra Perusahaan

Bab 5. Kegiatan Media Relations

Bab 6. Merancang Penelitian Public Relations

Bab 7. Marketing Public Relations

Bab 8. Kualifikasi Public Relations

Bab 9. Etika Profesi Public Relations

Bab 10.Public Relations Dan Manajemen Krisis

Bab 11.Public Relations Dalam Internet

(Budi Sampurno.Mak'skom.IPJT.8.9.17)

Kamis, 07 September 2017

Menghadapi perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang tidak bisa di bendung, saat ini dan masa datang dalam skala regional. nasional dan global yang penuh dengan berbagai masalah dan krisis, tetapi tetap memberi peluang, maka Pemerintah sebagai pemegang kendali kekuasaan negara, serta masyarakat sebagai bagian dari komponen negara, sangat perlu memiliki data dan informasi yang akurat. lengkap, aman, cepat, mudah dan murah untuk dapat dipergunakan dalam setiap proses perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pelayanan publik dan proses pembangunan. (Budi Sampurno,Makskom,IPJT.7.9.17)


                            JAWA TIMUR DALAM MENGATASI PENGANGGURAN

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam masa jabatan terakirnya menjelaskan bahwa pada tahun 2017, masih terdapat sekitar 860 ribu orang yang tidak memiliki pekerjaan. Dari angka tersebut yang berupaya mencari pekerjaan 420 ribu orang. Dan disetiap tahunnya, tenaga kerja yang mencari pekerjaan sekitar 239 ribu orang.
Untuk mengatasinya maka perlu dicocokkan antara lowongan tenaga kerja yang tersedia dengan kualitas SDM. Caranya, melalui  peningkatan kualitas SDM seperti melakukan dual track pengembangan SDM. Yakni melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk menjadi Pengampu di SMK.  Selain itu, melakukan perbaikan kualitas proses SMK mini melalui  partnership dengan berbagai negara, di antaranya Jerman, Australia Barat.
Dalam upaya melalui SMK Mini di berbagai daerah ternyata tiap tahunnya dapat meluluskan 52.800 tenaga kerja. Selain SMK Mini, juga dilakukan melalui pembukaan BLK plus di berbagai daerah yang bisa menciptakan tenaga kerja sekitar 18 ribu dan untuk   tahun depan ditargetkan mencapai 28 ribu.

Diharapkan dengan program program yang dilakukan secara serentak dan secara simultas, dapat mengatasi masalah penggguran di Jawa Timur.(KominfoJatim,Mak’skom,IPJT.7.9.17)

Jumat, 01 September 2017

Buku ini diberi judul EVENT MARKETING dengan sub judul : Cara Membuat Event Kebanjiran Pengunjung Yang Tepat. Di tulis oleh LEONARD H. HOYLE,Jr., CAE, CMP dan diterjemahkan oleh KUMALA INSIWI SURYO.

Buku ini diterbitkan oleh PENERBIT PPM  Jl. Menteng Raya No.9 Jakarta 10340 pada tahun 2006.

Bagi pembaca buku ini akan menemui uraian uraian tentang :

1. Berkenalan Dengan Pemasaran Event; 2. Promosi, Iklan, Dan Publikasi Event; 3. Strategi Memasarkan Event Secara Elektronik; 4. Pembiayaan Program Pemasaran Event: 5. Memasarkan Rapat, Konferensi, Event Dan Pameran; 6. Memasarkan Pertemuan, Produk, Jasa Dan Evant Korporat; 7. Memasarkan Festival, Bazar, Dan Event Event Khusus Lainnya; 8. Tren Dalam Memasarkan Event (Budi Sampurno,Mak'skom,IPJT,1.9.17)