Kamis, 08 Februari 2018


PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KOMISI INFORMASI JATIM
Pendaftaran anggota Komisi Informasi Jawa Timur akan dilakukan secara serentak bersama provinsi lain se Indonesia. Di Jatim, persiapan suksesi Komisi Informasi pada tanggal 18 Agustus 2018 langsung dikebut oleh Tim Seleksi.
Ketua Tim Seleksi, Suko Widodo, Kamis (8/2) mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/463/KPTS/013/2014 tanggal 8 Agustus 2014 tentang Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 – 2018.
Dibentuknya Komisi Informasi merupakan suatu keharusan . Ini karena Komisi Informasi merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya serta segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan publik. Pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi.
Dalam menjaring calon anggota, Tim Seleksi  akan melakukan beberapa seleksi, yakni seleksi administrasi, ujian tulis, uji psikologi, wawancara, serta uji publik bersama masyarakat umum.
Berkas calon pelamar harus melampirkan antara lain, Bukti Warga Negara Indonesia (WNI), Surat Pendaftaran ditulis dengan tangan atau  diketik dan dibubuhi materai Rp. 6.000, berpendidikan minimal sarjana, berpengalaman dalam badan publik seperti pernah berorganisasi, LSM, dan wartawan.Umur paling rendah 35 tahun dibuktikan dengan foto copy KTP dan KSK, pas photo 4x6 berwarna sebanyak 2 lembar, foto copy ijazah terakhir, minimal Strata I/S1, surat keterangan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana 5 (lima) tahun atau lebih dari Pengadilan Negeri setempat, surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah/daerah, surat pernyataan tidak menjadi anggota partai politik dalam lima tahun terakhir yang diketahui lurah/kepala desa, serta daftar riwayat hidup.
Semua dokumen dibuat rangkap dua asli dan foto copy dan dimasukan dalam amplop tertutup. Surat permohonan beserta lampirannya dapat disampaikan melalui pos atau dikirim sendiri ke alamat Sekretariat Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244 Surabaya.
Informasi lebih lanjut berkaitan dengan Calon Anggota Komisi informasi provinsi Jawa Timur dapat diperoleh secara langsung di Sekretariat Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244 Surabaya, telp. (031) 8294608 fax. (031) 8294517 pada jam kerja, atau bisa diakses melalui website jatimprov.go.id. (Bud.S.Kominfojatim.Mak'skom.IPJT.8.2.18)



Selasa, 06 Februari 2018


MAHASISWA UNIVERSITAS BRUNEI  KKN DI BLITAR.MA
HASIS
Mahasiswa Unair dan mahasiswa Universitas Brunei menggelar kuliah lapangan di Kabupaten Blitar. Kuliah lapangan dilakukan melalui program Community Outreach Program yang dilaksanakan Universiti Brunei Darussalam (UBD) dengan menggandeng Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga diikuti sebanyak 12 mahasiswa.
Kuliah lapangan ini akan dilangsungkan selama satu bulan dan bertempat di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Fendi Susilo selaku tim dari Kelompok Sadar Wisata desa setempat mengatakan, sudah kali kedua menerima kunjungan peserta kuliah lapangan dari mahasiswa UBD. “Ini merupakan kunjungan yang kedua. Hanya, yang pertama kemarin waktunya sangat pendek. Dan, yang kedua ini lebih dari satu bulan,” paparnya.
Dalam kuliah lapangan yang akan berakhir pada 25 Februari mendatang akan diberikan   pelajaran  tentang keseharian masyarakat setempat. Mulai belajar berbahasa Jawa, membuat olahan makanan tradisional, hingga belajar untuk mengenal alam lebih luas. 
Karena waktunya panjang, jadi, banyak hal yang  bisa diberikan. Salah satunya dikenalkan pula  tentang produksi teh dan pendakian ke gunung. 
Dalam kuliah lapangan ini, mahasiswa UBD juga memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada masyarakat dan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah setempat.(Mak’kom.IPJT.6.2.18)



KOMINFO JATIM BENTUK TIM SELEKSI ANGGOTA KOMISI INFORMASI

Sehubugan dengan akan berakhirnya masa jabatan komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur pada 18 Agustus 2018, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai melakukan persiapan rekrutmen calon komisioner. Berakhirnya jabatan komisioner mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/463/KPTS/013/2014 tanggal 8 Agustus 2014 tentang masa jabatan Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur masa bhakti 2014 – 2018.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Eddy Santoso mengatakan, pembentukan dan penunjukan tim seleksi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/76/KPTS/013/2018 tanggal 26 Januari 2018 tentang Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Jawa Timur Masa Bhakti 2018 – 2022.
"Nama-nama yang telah ditunjuk di antaranya adalah ketua merangkap anggota, Dr. Drs. Suko Widodo, MA dari kalangan Akademisi, Wakil Ketua merangkap anggota Drs. H. Akhmad Munir dari kalangan tokoh masyarakat yang juga Ketua PWI Jatim,"  Demikian penjelasan Kepala Dinas Kominfo Jatim, Eddy Santoso.
Komposisi tim juga diisi anggota Ir. Eddy Santoso, MM dari unsur pemerintah, anggota, Syirikit Syah dari kalangan akademisi, anggota Tjuk Suwarsono dari kalangan tokoh masyarakat.
Eddy Santoso menambahkan, targetnya pada bulan Agustus 2018 sudah ada pengukuhan Anggota Komisioner terpilih untuk masa bhakti tahun 2018 - 2022. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya perpanjangan anggota KI masa bhakti 2014-2018.
Terkait sosialisasi perekrutan, nantinya akan dipublikasikan secara transparan melibatkan media cetak, elektronik maupun online. Sehingga masyakarat akan langsung bisa mengakses informasi tersebut. (Mak’skom.IPJT.6.2.18)



Senin, 05 Februari 2018

OPERASI TANGKAP TANGAN OKNUM JAKSA DAN LSMViews 142OPERASI
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan kasus pemerasan terhadap petugas honorer di Wisata Religi Jolotundo Pacet Mojokerto. Dari hasil OTT, diketahui salah satu pelaku merupakan oknum Jaksa Fungsional Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, oknum LSM dan warga umum. Ketiganya ditangkap atas dugaan kasus pemerasan terhadap pegawai honorer setempat.
Adapun ketiga pelaku terduga OTT pemerasan, yakni HCW (52) anggota LSM, warga Gubeng Surabaya ; AK (50) ASN Kejati Jatim (Jaksa fungsional bidang Intelijen) warga Jember dan IW (47) warga Pabean Cantikan Surabaya.Ketiganya tinggal di Surabaya semua.
Barung menjelaskan, kronologis kasus ini yakni pada Sabtu (3/2) para pelaku mendatangi TKP di Wisata Religi Jolotundo. Kepada korban Syamson Violorensa, pegawai setempat yang bertugas mengambil karcis dan memungut retribusi pengunjung. Para pelaku mengaku adanya dugaan kecurangan penjualan karcis di Wisata Religi Jolotundo.
Atas dugaan tersebut, lanjut, para pelaku pemerasan membawa secara paksa korban ke dalam mobil dan dibawa kelilling wilayah Mojokerto dan Sidoarjo. Bahkan para pelaku meminta uang Rp 75 juta kepada korban. Karena korban merasa keberatan, akhirnya disepakati senilai Rp 35 juta. Pada saat itu korban hanya membawa uang Rp 3 juta, sehingga kekurangannya akan diberikan esok harinya. Korban  melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto dan Kejari Kabupaten Mojokerto. Hingga Minggu (4/2) korban menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada pelaku, dan kemudian dilakukan penangkapan oleh Tim Saber Pungli gabungan dari Polres dan Kejari.
Adapun barang bukti yang diamankan yakni enam bendel karcis masuk Wisata Jolotundo dan uang tunai Rp 612.000, uang tunai Rp 11.900.000, satu unit mobil Mitsubishi Kuda dan empat unit HP.Ketiga pelaku  ditangani oleh Polres setempat.
Secara terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung mengaku pihaknya belum mendapat laporan terkait informasi penangkapan oknum Jaksa Fungsional Kejati Jatim yang ditangkap Tim Saber Pungli atas dugaan pemerasan.Karna hingga saat ini  belum mendapat laporan terkait itu (penangkapan AK, red). Akan dilakukan pengcekan  dulu. (Mak’skom.IPJT.KOminfojatim.5.2.18)



Jumat, 02 Februari 2018

ITS BUKA DEPERTEMEN AKTUARIA
Tingginya kebutuhan tenaga aktuaris di Indonesia, maka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka departemen baru yang bernama Aktuaria. Hal ini mengingat masih minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang aktuaris yang ada di Indonesia, dikarenakan belum banyaknya institusi pendidikan yang membuka bidang pendidikan aktuaria.
Pembentukan departemen Aktuaria ini juga sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan Nasional RI pada tahun 2012. Dengan persiapan yang matang, terhitung mulai tahun 2018 ITS resmi membuka Departemen Aktuaria. “Pendirian departemen aktuaria di ITS ini untuk membantu pemenuhan kebutuhan tenaga aktuaria yang masih sangat jarang di Indonesia,” penjelasan  R Mohamad Atok SSi MSi PhD, Kepala Laboratorium Statistika Ekonomi, Finansial dan Aktuaria, Jumat (2/2).
Menurut dosen Departemen Statistika ITS ini, semakin banyaknya perusahaan dan pusat bisnis yang berkembang di Indonesia, membuat kebutuhan akan tenaga profesional yang mampu mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistika di dunia bisnis kian meningkat. Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan tersebut tidak didukung oleh jumlah sumber daya manusia yang memadai.
Mengingat tidak ada satupun perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memiliki progam studi atau departemen yang sesuai dengan bidang tersebut, pada tahun 2012 Menteri Pendidikan Nasional saat itu menginstruksikan pada lima perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia untuk mendirikan departemen aktuaria. Kelima perguruan tinggi itu ITB, IPB, UGM, ITS dan satu lagi UI. Namun tahun 2016 lalu baru IPB yang sudah membuka (departemen) aktuaria, penjelasan Atok yang dipercaya untuk membantu pendirian departemen aktuaria di ITS.
Atok mengatakan, bahwa, ITS sendiri memerlukan waktu selama dua tahun untuk menyiapkan berdirinya departemen aktuaria ini. Dengan suatu progam dengan cara memberikan pembekalan pada para dosen statistika. Para dosen tersebut disiapkan untuk mengajar ilmu aktuaria nantinya. Selain itu, untuk menyukseskan progam studi baru ini, ITS juga bekerjasama dengan Universitas Waterloo di Kanada.
Diharapkan tahun 2018 ini departemen aktuaria ITS sudah bisa membuka pendaftaran melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan pendaftaran Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). Ditargetkan total mahasiswa yang akan diterima dari ketiga jalur tersebut sebanyak 60 mahasiswa.
Ke depannya, dengan telah dibukanya departemen Aktuaria ini diharapkan  akan segera memberi manfaat besar serta mampu memenuhi tingginya permintaan tenaga aktuaris di pasar bisnis Indonesia. Karena selama ini, pemenuhan tenaga aktuaris di Indonesia masih banyak diisi dari luar. (Mak’skom.IPJT.Kominfojatim.2.2.18)
Views 142


VERIFIKASI 12 PARPOL DI JAWA TIMUR.
Selama dua hari Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), telah melakukan verifikasi faktual terhadap 12 partai Politik (Parpol) Peserta Pemilu .Dengan telah selesainya verifikasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim mengumumkan, bahwa 12 parpol telah memenuhi syarat.
Adapun kedua belas parpol tersebut yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang, (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Kesemuanya adalah parpol yang berkedudukan di tingkat provinsi Jawa Timur.
Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito ditemui di kantor KPU Jatim, Jumat (2/2) mengatakan bahwa verifikasi faktual terhadap 12 parpol di tingkat provinsi sudah dilakukan pada tgl 28-30 Januari 2018. Seluruh parpol sudah didatangi langsung ke kantor masing-masing, untuk menjalankan proses verifikasi faktual sesuai dengan jadwal.
Meski sudah dinyatakan memenuhi syarat, namun masih  ada dua parpol  dalam catatan yakni PPP dan Hanura. Dijelaskan oleh Eko Sasmita, bahwa  catatan terhadap PPP dari hasil verifikasi yakni terkait dengan keterwakilan 30% perempuan dalam struktur pengurus ditingkat provinsi masih belum dipenuhi.
Sedangkan untuk Partai Hanura, catatannya hanya nomor KTP Elektronik (e-KTP) di Sistem Partai Politik (Sipol) belum sesuai dengan Nomor Induk Keluarga (NIK) yang menjadi bagian dari syarat verifikasi.
Oleh karena itu Eko berharap, dua partai tersebut segera melakukan perbaikan di Sipol dalam kurun waktu 4-5 Februari 2018. “Secara substansi verifikasi kepengurusan Parpol tingkat Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi Syarat. Dua belas Parpol MS semua,” tegas Eko.
Eko menghimbau, meski catatan yang disampaikan oleh pihaknya terhadap PPP dan Hanura tidak berpengaruh tetapi tetap diminta agar  segera memperbaiki Sipol tersebut.(Mak’skom.IPJT.Kominfojatim.2.2.18)


Kamis, 01 Februari 2018

SELAMA 2017 WISMAN KE JAWA TIMUR NAIK 8,54 PERSEN
Sepanjang 2017 mulai Januari-Desember, Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Provinsi Jawa Timur sebanyak 239.411 kunjungan naik sebesar 8,54 persen dibandingkan pada Tahun 2016 sebesar 220.570 kunjungan.
Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Kamis 1Feb 2018  mengatakan, bahwa selama kurun waktu 2018 kunjungan wisman ke Jawa Timur terbanyak terjadi pada bulan November yang kemudian turun sedikit  pada bulan Desember. Dicontohkan pada Nopember 2017 jumlah wisman ke Jawa Timur 23,607 kunjungan turun 5,02 persen pada Desember 2017 menjadi 22,422 kunjungan.
Selama Januari - Desember 2017, kunjungan wisman dari sepuluh negara tersebut mencapai 132.891 kunjungan naik 3,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 128.296 kunjungan.
Secara kumulatif, kunjungan wisman ke Jawa Timur selama Januari sampai Desember 2017 dari yang mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya adalah Thailand (naik 16,59 persen). Sedangkan kunjungan wisman dari Taiwan mengalami penurunan terendah sebesar 6,33 persen.
Hal ini menunjukkan pasar wisman dari Thailand adalah merupakan pasar potensial karena, karena negara tersebut terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, promosi ke pasar Taiwan harus lebih ditingkatkan, agar jumlah kunjungannya tidak kembali menurun di tahun berikutnya.
Kunjungan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir trennya terus mengalami peningkatan. Hal tersebut salah satunya disebabkan banyaknya objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Tiimur, selain promosi pariwisata baik tempat, sarana akomodasi, maupun event-event yang dilakukan oleh dinas instansi terkait yang semakin baik. (Mak’skom.IPJT.Kominfojatim.1.2.18)
Views 28