Kamis, 10 Maret 2016

PEKAN IMUNISASI

Dengan adanya Pekan Imunisasi (PIN) secara gratis dan serentak oleh pemerintah, Komisi E DPRD Jatim berharap anak anak di Propinsi Jatim terbebas dari penyakit Polio.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim saat ditemui di DPRD Jatim, mengatakan, pihaknya mengapresiasi positif terhadap peranan pemerintah untuk menyelenggarakan Pekan Imunisasi  Nasional (PIN). Meskipun ada masyarakay yang pro-kontra tentang imunisasi, atau banyak yang mengemukakan ditemukannya  imunisasi terbuat dari vaksin babi, Usaha pemerintah  untuk mengenalkan  dan melaksanakan imunisasi sudah cukup bagus.

Hal ini jga terbukti dengan memberikan10 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Daerah (APBN dan APBD)  disisihkan untuk kesehatan, sehingga adanya PIN merupakan keharusan untuk dilakukan. Dengan demikian, pemerintah memiliki target  pencapaian kapan Jawa Timur harus terbebas dari polio dan minim angka kematian.

Diharapkan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan adanya issue issue tentang imunisasi yang terdiri dari vaksin babi. Selama belum ada kajian yang mendalam tentang vaksin tersebut, jangan menimbulkan dan memunculkan stimulasi terlebih dahulu.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Agatha Retnosari juga mengapresiasi animo masyarakat di Jatim yang dengan antusias mendatangi posyandu untuk mengantarkan anaknya guna mengikuti PIN. Pihaknya mengapresiasi usaha dinas terkait dan para kader posyandu, sehingga pelaksanaan PIN berjalan lancer dan sukses.Kepada masyarakat juga perlu diapresiasi karena  telah berhasil mengajak kepada semua orang tua yang memiliki anak usia balita dan usia sekolah untuk mengimunisasikan anaknya. (Budi Sampurno, Makskom, IPJT)

PENDAPATAN TELKOM TEMBUS 100 TRILIUN

Kinerja PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) sepanjang tahun 2015 memberikan indikasi pertumbuhan yang menggembirakan. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan pendapatan yang mencapai dua digit, yakni 14,2% atau sebesar Rp 102,47 triliun, sedangkan pada tahun 2014 tercatat  Rp 89,70 triliun. Adapun laba bersih mencapai Rp 15,49 triliun atau tumbuh 7%.
Pertumbuhan pada pendapatan operasi  dipicu oleh pertumbuhan yang terjadi pada pendapatan Data, Internet dan IT Services yang mencapai 37,5% menjadi Rp 32,69 triliun. Pertumbuhan tersebut dikontribusi oleh peningkatan yang signifikan jumlah pelanggan layanan broadband baik fixed maupun mobile.
Jumlah pelanggan fixed broadband pada 2015 tercatat mencapai 3,98 juta pelanggan atau tumbuh 17,2% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tersebut termasuk pelanggan IndiHome yang pada tahun 2015 mencapai di atas 1 juta pelanggan baru. Sementara pelanggan mobile broadband mencapai 43,79 juta pelanggan atau tumbuh 40,3%.
“Pertumbuhan yang cukup pesat pada layanan broadband tidak terlepas dari perluasan infrastruktur fiber optic dan BTS 3G/4G sesuai arah strategi perusahaan menuju digital company,” jelas Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, pada Kamis 10Maret 2016.
Pertumbuhan pada pendapatan data, internet dan IT Services ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menumbuhkan bisnis digital.
Pada bisnis selular Telkom masih menjadi market leader dengan jumlah pelanggan mencapai 152,64 juta yang berarti tumbuh sebesar 8,6%. Pada periode yang sama, BTS selular bertambah sebanyak 17.869 unit, sehingga total BTS selular pada 2015 mencapai 103.289 unit yang berarti tumbuh 20,9%.
Dari sisi EBITDA, pencapaian pada 2015  sebesar Rp 51,42 triliun, tumbuh sebesar 12,6% dari periode yang sama tahun 2014, yang tercatat sebesar Rp 45,67 triliun. Sementara EBITDA Margin bertahan pada level 50,2%.
Dari sisi beban operasi, pertumbuhan total beban mencapai 15,8% dari Rp 60,49 triliun pada 2014 menjadi Rp 70,05 triliun pada tahun 2015. Pertumbuhan total beban ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan dari beban Operation, Maintenance & Telecommunication Service yang naik sebesar 26,1% menjadi Rp 28,12 triliun, dan beban depresiasi & amortisasi naik sebesar 8,2% menjadi Rp 18,53 triliun. Hal ini terutama karena agresivitas pembangunan dan modernisasi infrastruktur khususnya broadband.
Laba bersih perusahaan yang tumbuh 7% sesungguhnya dipengaruhi oleh adanya program Pensiun Dini. Program ini merupakan langkah strategis yang diambil perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang menuju digital company. Bila tanpa program Pensiun Dini tersebut, laba bersih Perusahaan 2015 tumbuh 10,8%.
“Atas nama segenap anggota Direksi Telkom, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stake holder Telkom Group, sehingga memungkinkan Telkom mencapai hasil sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Telkom bertekad meningkatkan performa lebih baik lagi pada periode berikutnya,” kata Alex J. Sinaga.(Budi Sampurno, Makskom,IPJT)



DONOR DARAH HPN PWI JATIM

Wartawan dan  ratusan masyarakat dengan sukarela antre menunggu giliran untuk mendonorkan darahnya dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) ke-70 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bekerjasama dengan Pundi Amal dan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) di Kantor PWI Jatim Surabaya,pada hari Kamis 10Juni 2016.
Tidak hanya masyarakat  dan wartawan yang mengikuti aksi donor darah, kegiatan juga diikuti para prajurit jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, terdiri dari Yonif 500/Raider, Yonif Mekanis 516/CY, Yon Arhanudse-8, Kikavser-3, serta ibu-ibu Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana.
Ketua PWI Jatim, H Akhmad Munir menegaskan bahwa acara ini rutin digelar setiap tahun dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus untuk menambah kantong darah stok PMI Surabaya. "Kegiatan ini juga salah satu bentuk kepedulian pers dan semoga bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, besar harapan kami dan juga atas kesadaran diri peserta bisa hadir dalam acara donor darah tersebut," jelasnya.
Munir menambahkan, setetes darah yang didonorkan akan menyelamatkan nyawa sesama. Karena itu, PWI Jatim berusaha keras agar pelaksanaan kegiatan bisa sukses sebagai bentuk  kepedulian masyarakat memberi yang terbaik dan berbagi.
Ketua HPN, Eko Pamuji mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah tahun ini ditargetkan 500 lebih atau meningkat dari tahun kemarin, Target tahun ini 500 peserta donor darah, tahun sebelumnya tercatat sebanyak 600 pendaftar, dengan 460 di antaranya diperbolehkan donor, sedangkan sisanya tidak memenuhi persyaratan medis. (Budi Sampurno,Makskom,IPJT)



WADUK RAWA SEMANDO LAMONGAN


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segara melakukan pengerukan dan normalisasi Waduk Rawa Semando seluas 136 hektare di Kecamatan Babat Lamongan.
Anggota DPRD Jatim, Makin Abas, mengatakan, normalisasi Waduk Rawa Semando harus segera dilakukan. Karena pada saat ini waduk tsb sudah mengalami pendangkalan, sehingga air meluber dan mengakibatkan banjir di wilayah Lamongan dan Babat.
Karena itu, tahun ini Pemerintah Prov Jawa Timur harus segera melakukan penganggaran guna membiayai  pengerukan dan normalisasi Waduk Rawa Semando agar ke depannya tidak terjadi lagi banjir di wilayah Lamongan
Banjir yang terjadi di wilayah Lamongan ini merupakan yang terparah dari tahun sebelumnya, mengakibatkan banyak tambak milik warga tenggelam akibat banjir.
Selain itu, pihak PemProp Jatim juga meminta kepada Pemkab Lamongan juga melakukan pengerukan terhadap sungai - sungai yang menuju Waduk Rawa Semando agar segera melaksanakan  melakukan peninggian batas waduk dan sungai di sepanjang jalur Babat - Lamongan.
Dalam pada itu DPRD Jatim, juga berpendapat, bahwa  banjir yang terjadi di wilayah Lamongan-Babat beberapa waktu lalu akibat waduk di wilayah Lamongan mengalami pendangkalan. Maka perlu  normalisasi dan pengerukan waduk. Pemerintah juga harus menyiapkan pompa air yang berkapasitas 500 liter per detik di beberapa titik banjir, agar banjir di Babat - Lamongan cepat surut.
 Guna mengatasi banjir, masyarakat Lamongan - Babat diharapkan juga peduli dan menjaga lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan di sungai yang akan mengkibatkan banjir, serta untuk wilayah yang dialiri sungai atau sepadan sungai untuk tidak mendirikan bangunan apapun diatasnya. (Budi Sampurno.Makskom, IPJT)


Rabu, 09 Maret 2016

PENGGEMUKAN SAPI

Komisi B DPRD Jawa Timur setuju  agar BUMD di Jawa Timur dilibatkan secara langsung dalam program penggemukan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging agar manfaatnya bisa dinikmati masyarakat Jatim dan juga secara Nasional
Agus Maimun, anggota Komisi B mengatakan, bahwa jumlah sapi yang akan digemukkan itu sangat fantastis yakni mencapai 500 ribu ekor untuk tahap awal. Maka seharusnya BUMD milik Pemprov Jatim dilibatkan secara langsung.agar manfaat program ini bisa dinikmati masyarakat Jatim," ujar Anggota Komisi B.
Disamping manfaat,pertimbangan lainnya, yaitu jika sepenuhnyadiserahkan ke pihak swasta  dikhawatir justru akan dinikmati korporasi (perusahaan)saja, Titik akhirnya kelompok petani atau kelompok peternak tidak dapat menikmati apa-apa dari program swasembada daging tersebut. Dikatakan lebih lanjut,UPT Dinas Peternakan  bisa juga dilibatkan karena jumlahnya cukup banyak dan memiliki fasilitas yang memadai. Kalau mengalami kekurangan  baru menggandeng Perhutani yang memiliki lahan luas dan perusahaan penggemukan  sapi yang jumlahnya cukup banyak di Jatim.
Progrm ini sangat  optimistis untuk jawa Timur yang naninya akan menjadikan Rumah Potong Hewan (RPH) yang tersebar di Jatim  akan bergairah. Tentunya Pemprov Jatim harus mau membatasi penjualan sapi hidup.
Gubernur Jatim H Soekarwo sebelumnya juga mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menawarkan kerjasama dagang untuk pemenuhan kebutuhan daging warga ibukota Jakarta. "Jatim nanti akan menyuplai kekurangan kebutuhan daging DKI Jakarta. Tapi tidak dalam bentuk sapi hidup melainkan dalam bentuk daging, sehingga Jatim memiliki nilai tambah lebih.
Lebh lanjut Pakde Karwo mengatakan, jika program penggemukan sapi itu terealisasi, maka hampir 55 persen kebutuhan daging nasional akan disuplai dari Jatim dan persoalan daging nasional akan teratasi. "Kami harapkan 500 ribu ekor sapi yang akan didatangkan pemerintah pusat itu, 30 persen berupa sapi untuk breeding (indukan) dan 70 persen untuk maintening (penggemukan)," ucap dan harapan Pakde Karwo.
Soal anggaran, Pakde Karwo berharap ada kredit murah dari perbankan dengan bunga  kisaran 4 persen per tahun. Untuk lahan penggemukan, Penprov kerjasama dengan TNI AD dan TNI AL selaku pemilik lahan dan sudah disetujui, sehingga pemikiran ini ditindaklanjuti Kementerian Pertanian untuk direalisasikan.(Budi Sampurno,MASKOM,IPJT)







Selasa, 24 November 2015

PENYIAR 4.
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu, untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lesan, maupun tak langsung melalui media, demikian Onong Uchjana Effendi, dalam bukunya “ Dinamika Komunikasi “,1986,hal 6.
                  Sedangkan Harlord D.Laswel membuat formula komunikasi  adalah : Who (siapa ); Says What ( mengatakan apa ); In Wich Cannel ( memakai media apa ); To Whom ( kepada siapa ); With What Effect ( dengan effek bagaimana )
                    Di sini penyiar sebagai komunikator ( Who ) menyampaikan pesan ( Massage ) dengan melalui media radio ( In Wich Cannel )  kepada pendengar ( To Whom ) dan pendengar akan terlihat reaksinya ( With What Effect ).
                      Sementara itu sebagai komunikator, penyiar dalam menjalankan tugasnya dipengaruhi oleh :
 1 . Citra diri komunikator
 2 . Struktur keperibadian komunikator
 3 . Team kerja komunikator
 4 . Lingkungan sosial komunikator
 5 . Komunikator dalam organisasinya
 6 . Tekanan dan kendala yang timbul dari karakter publik

Pengaruh tersebut pada penyiar akan dapat terwujud karena :

1 .Penyiar sebagai public figur sudah dikenal masyarakat, sehingga akan mempengaruhi pola pikirannya dan tingkah lakunya.
2 . Penyiar sebagai komunikator dalam menjalankan tugasnya akan sangat terpengaruh  oleh keperibadiannya, sehingga terdapat penyiar yang selalu lembut tutur katanya,ada pula penyiar yang menghentak hentak tutur katanya seperti irama musik keras
3. Apa yang akan disampaikan penyiar selaku komunikator, juga akan dipengaruhi oleh pola kerja dari teamnya di lembaga radio dimana dia bekerja. Dan tentunya visi dan misi radionya akan mewarnai isi dan gaya komunikator.
4 . Apa yang menjadi pengetahuan dari komunikator, dipengaruhi oleh lingkungan sosial       dimana penyiar tinggal dan juga lingkungan sosial dimana penyiar bergaul dilingkungan kantor
5. Penyiar juga akan mencerminkan organisasi yang diikuti, baik organisasi kantor maupun organisasi di luar kantor
6. Penyiar juga akan menyerap situasi dan kondisi lingkungan baik dimana penyiar tinggal bersama keluarga. Daerah tempat tinggal sangat mempengaruhi juga.
Keterpengaruhan antara penyiar dengan lingkungannya ataupun sebaliknya akan membentuk karakter seorang penyiar yang pada akhirnya penyiar tsb akan memiliki identitas sendiri dan karakter sendiri. Dan pada akhirnya akan mendukung keberhasilannnya dalam menjalankan tugas. Tetapi sang penyiar juga harus mampu untuk mengendalikan pengaruh pengaruh tsb, sehingga pengaruh yang sifatnya negativ dapat dihindari. (Budi Sampurno, Makskom,IPJT)



PENYIAR 3

Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial.
Dalam menjalankan fungsi dimaksud, penyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan. Demikian bunyi pasal 4 dari Undang Undang RI No.32 Tahun 2002, Tentang Penyiaran.
Bertolak dari kegiatan dan fungsi penyiaran, baik oleh lembaga penyiaran radio ataupun lembaga penyiaran televisi, maka semua lembaga penyiaran akan berusaha untuk memikat para pendengar atau pemirsanya. Disinilah fungsi pentingnya peranan penyiar.
Selain program yang bagus, penyiar ikut menentukan keperpihakan para pendengar atau pemirsanya untuk betah mendengarkan atau menonton acara tsb.

Maka disamping  persyaratan yang telah diulas dalam sesi sebelumnya, Theo Stokkink dalam buku yang sama memberikan persaryaratan khusus terhadap penyiar , yaitu :
1 . Selalu “ in the mood “ / melupakan persoalan pribadi selama siaran berlangsung
     Seorang penyiar, begitu masuk ruang studio harus dapat melepaskan dirinya dari segala persoalan sehari harinya. Semua  persoalan harus dapat ditangggalkan. Jadilah dia seorang penyiar dari radio , dengan jati diri sebagaimana biasanya ketika dia bertugas  pada hari hari sebelumnya. Karena seorang penyiar begitu masuk ruang studio, haruslah focus pada profesinya. Itulah sebabnya, penyiar diwajibkan hadir paling lambat setengah jam sebelum jam siarannya.  Perlunya, dengan waktu setengah jam tersebut dia memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan situasi studio dan meleburkan dirinya dalam profesinya sebagai penyiar yang handal..
2 . Bisa mengatur waktu, bersifat dinamis
     Seorang penyiar, apalagi yang sudah terkenal biasanya memiliki banyak fans dan teman teman yang kesemuanya harus dilayani agar tetap terpelihara hubungannya dengan baik. Sehingga seorang penyiar biasanya memiliki banyak acara yang harus dihadiri. Pada posisi yang demikian, seorang penyiar harus benar benar dapat memilah milah mana yang perlu dihadiri atau tidak, Dengan kata lain seorang penyiar harus dapat benar benar mengatur waktunya. Dengan harapan kondisinya tetap fit dan selalu siap menjalankan profesinya selaku penyiar. Disamping itu seorang  penyiar juga haruslah dinamis, tidak boleh berdiam diri. Dengan kedinamisannya, dia dapat bergaul dan memahami kondisi lingkungannya. Hal ini akan menghasilkan wawasan yang baik bagi penyiar tersebut. Sehingga ketika bertugas, tugasnya dapat dilaksanakan dengan  baik, hidup dan menarik pendengarnya.
3 . Mudah menyesuaikan diri untuk berganti dari satu subyek ke subyek lain
      Seorang penyiar professional, biasanya tidak diberikan tugas hanya pada satu mata acara tertentu, tetapi diberi tugas lebih dari satu mata acara. Beda acara berarti beda pula materi pokoknya. Disini penyiar haruslah dapat meresapi obyek obyek tugasnya , atau obyek obyek mata acara yang diasuhnya. Disinilah seorang penyiar dituntut untuk  dapat segera membawa dirinya untuk beralih dari obyek yang satu ke obyek yang lain.
4 . Mampu mempengaruhi orang untuk mendengarkan
Pilihan kata, pembentukan kalimat serta intonasi dari seorang penyiar serta vocal yang spesifik akan sangat berpengaruh kepada para pendengar radio.Karena radio sangat mengndalkan imajinasi. Maka bahasanya bukanlah bahasa untuk tulis dan di baca tetapi bahasanya adalah bahasa untuk telinga, untuk didengar. Dan untuk penyiar televisi penampilan dan cara berpakaian juga memiliki kekuatan tersendiri dari penyiar untuk dapat mempengaruhi para pemirsanya.
5 . Memiliki identitas sendiri.
Ada pendengar yang langsung bisa menebak ketika mendengar siaran radio, bahwa yang sedang bertindak sebagai penyiar adalah si A (nama). Pendengar mungkin mengenali dari ciri khas suara sang penyiar, ataupun gaya intonasinya. Hal ini dapat diartinya, bahwa penyiar tsb telah memiliki identitas sendiri, sehingga dengan mudah para pendengar mengetahui siapa penyiar yang bertugas.
Demikian pula penyiar televisi, para pemirsa tanpa melihat kaca televisi, langsung dapat mengetahui siapa penyiar yang sedang bertugas.

Bagi mereka yang sudah menjadi penyiar ataupun siapa yang ingin menjadi penyiar yang handal dan menjadi favorit pendengar atau pemirsa, ada baiknya segera menyesuaikan dengan persyaratan tsb. (Budi Sampurno, Makskom, IPJT)