Rabu, 14 Februari 2018

PJS. BUPATI DAN WALIKOTA DI LANTIK GUBERNUR JATIM

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo,mengukuhkan empat Penjabat sementara (Pjs) bupati/walikota di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (14/2). Pengukuhan Pjs dilakukan karena keempat kepala daerah sedang menjalani cuti untuk mengikuti kampanye Pilkada Tahun 2018. Ke empat kepala daerah itu yakni Bupati Tulungagung, Bupati Jombang, Walikota Malang dan Walikota Kediri digantikan oleh Pjs dari lingkungan Pemprov Jatim.
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo digantikan Pjs. Jarianto, (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim). Penunjukan Pjs Bupati Tulungagung berdasarkan surat keputusan Mendagri No 131.35-260 tahun 2018.
Bupati Jombang Nyono Suharli digantikan oleh Setiadjit, yang saat ini menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Penunjukan Pjs Bupati Jombang berdasarkan surat keputusan Mendagri nomor 131.35-245 Tahun 2018.
Walikota Malang Mochamad Anton digantikan oleh Wahid Wahyudi, (Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Prov. Jatim). Penunjukan Pjs Walikota Malang berdasarkan surat keputusan Mendagri No 131.35-271  tahun 2018.
Sedangkan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, digantikan Djumadi, yang saat ini sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangaan dan Aset Daerah Prov. Jatim. Penunjukan Pjs Walikota Kediri berdasarkan surat keputusan Mendagri No 131.35-261 tahun 2018.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo meminta kepada Pjs yang telah dikukuhkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di daerahnya masing-masing. Salah satu caranya yakni bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Yang kita inginkan suasana aman dan nyaman. Untuk itu, komunikasi jadi bagian penting dalam menjaga suasana aman dan nyaman”.
Selain itu, Pjs harus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rutin di pemerintah daerah dan membantu kelancaran pelaksanaan pilgub dan pemilukada di daerah masing-masing.
Dalam pelaksanaan pemilukada serentak, Pakde Karwo meminta agar Pjs dapat menjaga netralitasnya dan ASN.
Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono, menjelaskan, Penjabat sementara dikukukan untuk mengisi kekosongan kepala daerah yang menjalankan cuti di luar tanggungan negara. Jabatan empat Pjs yang dikukuhkan hari ini berlaku mulai tanggal 15 Februari 2018 hingga 23 Juni 2018.
Sebagai Pjs, lanjutnya, memiliki tiga tugas utama yang harus dijalankan. Antara lain pertama, memastikan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik. Pjs harus bisa menjalankan fungsi 31 urusan pemerintahan di kabupaten/kota. Bupati/walikota definitif maupun Pjs sama prinsip kewenangannya. Karena itu, semua harus berjalan sebagaimana ketika dipimpin kepala daerah definitif. “Artinya SKPD tetap jalan, masyarakat tidak perlu ragu-ragu. Pelayanan masyarakat tidak boleh terganggu, pembangunan tetap berjalan, dan fungsi sosial harus tetap berjalan”.
Kedua, memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di daerahnya. Pjs perlu membangun komunikasi dan koordinasi dengan forkopimda. “Jangan sampai masyarakat resah”.
Ketiga, Pjs memastikan bahwa penyelenggaraan pemilukada serentak berjalan dengan aman, nyaman dan damai. Selain itu juga dapat menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilukada.
Yang paling penting adalah netralitas. Karena Pjs harus bisa berdiri di atas kepentingan semua pasangan calon dan menjaga agar jangan sampai birokrasi terlibat dalam politik praktis.Terkait netralitas pada ASN, Pjs diperbolehkan memberikan sanksi atas pelanggaran netralitas di kabupaten/kota masing-masing mulai dari teguran lisan, tertulis satu, tertulis dua hingga pemberhentian sementara. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.14.2.18)


Selasa, 13 Februari 2018

KAPOLRI RESMIKAN MASJID POLDA JATIM

Masjid  telah menjadi kunci syiar agama Islam di seluruh Indonesia, terutama di Jatim dimana 96,7% penduduknya muslim.  Ini karena keberadaan masjid bukan hanya memperkokoh hubungan antar sesama manusia dengan manusia lainnya,  hubungan manusia dengan sang pencipta Allah SWT, tetapi juga sekaligus sebagai tempat  syiar rahmatan lil alamin.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo,saat menghadiri peresmian Masjid Arif Nurul Huda oleh Kapolri di Halaman Mapolda Jatim, Selasa (13/2).
Menurut Pakde Karwo, membangun masjid merupakan salah satu cara menggapai keberkahan dan pahala yang besar bagi yang mampu menjalankannya. "Pembangunan masjid ini menunjukkan bahwa Polda Jatim memiliki perhatian yang besar untuk mencari ridha Allah SWT.”
Oleh karena itu, lanjut Gubernur, keberadaan masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim diyakini akan memberikan keberkahan bagi Jatim, terutama terciptanya kondisi aman dan nyaman di Jawa Timur. Juga diharapkan dapat memberikan kesejukan kepada masyarakat dan pemerintah. Terutama, menghadapi tahun politik di Jatim yang tahun ini  menggelar 19 pemilihan kepala daerah.
Terkait pilkada di Jatim, Pakde Karwo menilai masyarakat Jatim pada dasarnya sudah sangat dewasa. Kita optimis pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada tahun ini harus berlangsung secara aman, nyaman dan damai. "Pemilukada adalah proses demokrasi yang biasa. Kondisi aman dan nyaman yang ada di Jatim adalah modal berharga dalam menghadapi pemilukada pada tahun ini”,
Kapolri,Jend Pol Tito Karnavian, menyebut bahwa masjid harus menjadi tempat sekaligus pusat ketaqwaan kepada Allah SWT. Ketakqwaan ini penting karena anggota Polri  memiliki kewenangan dan tugas dalam penindakan kasus kasus hukum, yang kewenangan tersebut memberikan  banyak godaan jika tidak diimbangi dengan ketaqwaan.
Untuk itulah,  masjid harus mampu menjadi rem segala nafsu dan mampu menjadi tempat seluruh anggota Polri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu, segala tugas tugas kepolisian akan dilakukan secara baik dan profesional.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, latar belakang pembangunan masjid, yakni dilatarbelakangi keberadaan masjid  lama yang tidak cukup  mewadahi umat. "Sebagian jemaah harus menggelar terpal. Dengan luasan yang baru, maka hal itu tidak terjadi lagi.”
Dikatakan Macfud Arifin, masjid baru ini memiliki area seluas 2.000 m2 yang di desain mampu menampung sekitar 1.000 jamaah dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas.
Tentang nama Arif Nurul Huda, dijelaskan Kapolda memiliki arti sarana peribadatan yang mampu membuat seseorang beribadah di dalamnya, menjadi manusia layaknya cahaya penerang menuju jalan yang di Ridhoi Allah SWT.
Hadir dalam peresmian masjid ini , antara lain Utusan Khusus Presiden di Bidang Dialog Antar Agama dan Peradaban Din Samsudin, Ketua PBNU Said Aqil Sirodj,serta Pimpinan  perguruan tinggi dan  media di Jawa Timur. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.I{JT.13.2.18)



Senin, 12 Februari 2018

UBHARA BERCOCOK TANAM URBAN FARMINGVi
Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya berhasil menyulap lahan parkir di belakang Fakultas Fisip, menjadi taman urban farming untuk beragam jenis sayur dan tanaman berkhasiat.
“Ada 12 jenis sayur-sayuran seperti kankung, sawi, cabai, dan terong. Kami juga menanam pohon lontar dan bayam merah yang punya banyak khasiat,” ungkap Dekan Fisip Ubhara Surabaya, Ismail di sela kegiatan belajar mengajar, Senin hari ini
Dikatakannya, sejak 2015 ia dibantu dosen dan mahasiswa memanfaatkan lahan seluas 8x30 meter untuk menaman bahan kebutuhan sehari-hari. ”Kami juga menanam padi, kedepan kami akan mencoba menanam buah naga dan sirsak. Kami tidak pakai pupuk kimia sehingga hasil buah dan sayuran yang kami hasilkan benar-nemar sehat”.
Pembuatan urban farming, untuk mempraktikkan mata kuliah kewirausahaan, sehingga mahasiswa bisa mengetahui budi daya tanaman, yang nantinya bisa jadi alternatif usaha pasca lulus kuliah. Mahasiswa dipersilahkan untuk membudidayakan jenis tanaman yang mereka anggap bermanfaat secara ekonomi, termasuk cara memasarkannya.
Sementara Wakil Dekan I Fisip Ubhara, M Fadeli menambahkan, ide urban farming didapat saat berkunjung di Pondok Pomosda Nganjuk yang diasuh Kiai Tanjung dan punya program kemandirian pangan. “Meski kita mahasiswa sosial tetapi kita juga bisa berkarya di bidang pertanian,” penjelasan Fadeli.
Untuk mengawali program ini, Fadeli membeli bibit tanaman organik dan membuat sejumlah tempat pengembangan, salah satunya dengan sistem hidroponik yang cocok diterapkan di perkotaan.
Hidroponik memang cukup rumit dalam pembuatannya, bahkan butuh perlakuan dan pengaturan khusus agar produk yang dihasilkan mampu tumbuh optimal dan berjumlah banyak. Namun di samping itu hidroponik juga memiliki kelebihan dalam hal media tanam. Hidroponik tidak membutuhkan lahan berupa tanah yang subur melainkan tanaman yang ditanam langsung tumbuh di atas air. Hidroponik akan menghasilkan produk yang berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi. Selain itu hidroponik juga memiliki nilai estetika yang lebih dibanding dengan sistem tanam yang lain.
Dengan melihat terbatasnya lahan di perkotaan, sistem vertikultur dianggap paling efektif dalam penerapan urban farming. Dengan vertikultur maka dengan luas lahan yang terbatas tetap mampu ditanami tanaman dalam jumlah  lebih banyak. Vertikultur bisa dibuat dengan pipa paralon maupun bambu yang sudah tidak dimanfaatkan. Dengan sistem pertanaman yang vertikal maka memungkinkan cara menanam ini menjadi lebih efektif dari segi lahan lahan dan bernilai estetika yang tinggi.
“Untuk mewujudkannya kami mengeluarkan sekitar Rp7-10 juta. Sejak 2017 Ubhara bekerja sama dengan Sahabat Bumi untuk mengembangkan bibit tanaman dan membuat pupuk organik cair,” terangnya.
Urban farming adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, yang berbeda ada pada pelaku dan media tanamnya. Pertanian konvensional lebih berorientasi pada hasil produksi, sedangkan urban farming lebih pada karakter pelakunya yakni masyarakat urban. Urban farming telah menjadi gaya hidup karena semakin tinggi kesadaran masyarakat urban untuk menjalani gaya hidup sehat.
Dengan melakukan aktivitas urban farming, masyarakat mendapat ketersediaan sayuran sebagai sumber nutrisi sehat, mengurangi impor sayuran, menghijaukan lingkungan, dan membantu mengurangi dampak pemanasan global. Pemahaman yang lebih mendalam dan meluas mengenai urban farming mengantarkan konsep ini tidak lagi sekadar gaya hidup kaum urban, tapi meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas makanan, gizi, kesehatan dan lingkungan sekita. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh kualitas makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Jika kita selalu mengonsumsi makanan tidak sehat, kita akan merasakan dampak buruknya meski tidak dalam jangka pendek.
Fadeli lebih lanjut menjelaskan: “Pentingnya urban farming sebagai aktivitas yang berkontribusi terhadap ruang terbuka hijau dan ketahanan pangan, membuat semakin banyak masyarakat yang juga tertarik untuk melakukan kegiatan ini”. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.12.2.18)



DOSEN FAK.HUKUM UNAIR MASK JAJARAN BOARD OF GOVERNOR IALS
Nurul Barizah.SH., LLM.,PhD ,Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) yang juga Wakil Dekan Fakultas Hukum terpilih menjadi satu di antara sebelas akademisi hukum yang tergabung dalam Board of Governors International Association of Law School (IALS). Nurul dikukuhkan namanya setelah dipilih 85 persen anggota IALS.
Nurul terkejut terpilih masuk jajaran Board of Governors IALS. Dia memang aktif dalam forum dekan fakultas hukum dari seluruh dunia itu. Dari Indonesia, Nurul tercatat sebagai satu-satunya akademisi yang terpilih.
“Saya nggak tahu parameternya apa. Awalnya dikirim e-mail bahwa masuk nominasi. Nggak menyangka juga karena saya pake jilbab. Dan, di luar, hal seperti itu sensitif,” ucap Nurul, di Surabaya, Senin 12/2, hari ini
Nurul mengakui, selama tiga tahun terakhir, dirinya sering turut serta dalam forum diskusi IALS. Baik menjadi pembicara, moderator, maupun peserta. Dari forum-forum itulah, dia melakukan banyak transfer knowledge, bertukar ide dan gagasan seputar mengelola sekolah hukum. Dengan terpilihnya Nurul, tentu reputasi akademik UNAIR, khususnya FH, semakin meningkat. Keanggotaan IALS berasal dari kampus-kampus besar di berbagai negara di dunia. Tampaknya ada nama dan kiprah salah seorang dosen dari Unair yang cukup diperhitungkan.
Nurul mengungkapkan, selama menjabat hingga tiga tahun ke depan, sudah ada tugas yang menantinya sesuai dengan charter yang dibuat. Salah satunya, mendiskusikan aktivitas yang dikerjakan asosiasi. Dalam satu tahun, ada setidaknya lima aktivitas. Yakni, forum asosiasi international para dekan, annual meeting, leadership forum, research forum, dan visiting lecture.
“Ini suatu kemajuan. Bukan hanya saya, tapi juga Unair, semakin dikenal. Ada pengakuan internasional terhadap akademisi atau leadership di FH Unair,” tutur Nurul.
Aktivitas IALS terbagi mejadi empat region, yaitu American region, African region, Europe region, dan Asia Pacific region. Setiap tahun ada diskusi masalah pendidikan hukum di region masing-masing. Forum itu lantas dibawa ke forum global, delegasi setiap region hadir di sana.
Mei nanti sudah ada aktivitas perdana yang menunggu Nurul, yaitu American Leadership Forum. Dalam forum tersebut, board of governors yang terpilih akan dikenalkan.Sesuai dengan jadwal, forum itu akan dilaksanakan di St John’s University, School of Law, New York.
Ada habit kebiasaan dari para akademisi hukum tingkat dunia tersebut yang membuat Nurul kagum. Yaitu para akademisi, berbagi pengalaman dan gagasan tanpa ada suatu yang ditutup-tutupi. Nurul berharap semangat itulah yang bisa dicontoh lembaga sekolah hukum, khususnya perguruan tinggi di Indonesia. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.12.2.18)


Jumat, 09 Februari 2018

PRESIDEN JAKOWI INTERVIU WARTAWAN
Ada hal yang menarik dalam puncak Hari Pers Nasional  (HPN)di Padang, Sumatera Barat, Jumat, 9 Februari 2018. Di depan peserta acara, Jokowi bercerita sering dicegat wartawan di sela aktivitasnya. Terkadang, mereka memberondong dengan pertanyaan yang tidak gampang dijawab.
"Saya ingat pas dicegat doorstop, 80 sampai 90 persen wartawan itu pertanyaannya sulit-sulit semua, karena tembak langsung saat saya tidak siap," kata Jokowi, Jumat (9/2).
Tak lama kemudian, Jokowi meminta satu orang wartawan ke panggung. Dari sekian banyak wartawan yang mengangkat tangan, Jokowi memilih acak seorang wartawan. Terpilihlah, Yusri Nur Raja Alam, wartawan dari Surabaya.
"Sekarang saya minta Pak Yusri jadi presiden, saya jadi wartawannya," kata Jokowi disambut tawa peserta acara.
Yusri kemudian berbicara, "Apa yang mau ditanyakan?" Mendengar perkataan Yusri, Jokowi langsung tertawa, "Wah pede sekali, saya jarang nanya duluan seperti itu ke wartawan, nah sekarang pertanyaan ke Bapak, menteri mana yang menurut bapak paling penting?"
Yusri terdiam sejenak lalu menjawab, "Semuanya penting." Mendengar jawaban Yusri, Jokowi berucap, "Ini kok politis banget."
Menteri yang bisa membuat presidennya nyaman," kata Yusri menambahkan. Peserta acara pun kembali tertawa untuk kesekian kalinya.
Tak puas dengan jawaban Yusri, Jokowi pun meminta jawaban tegas, "Menteri apa ? To the point saja, Bapak jangan muter-muter gitu, saya belum bisa nulis ini karena belum nangkep."
Akhirnya Yusri menjawab bahwa menteri yang penting adalah menteri yang mengurusi wartawan, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika. Sebab, posisi menteri ini penting agar semu pihak mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Seperti kebiasaan Jokowi ketika berkunjung ke sejumlah daerah, kali ini dia juga membagikan sepeda. Yusri yang maju ke depan pun mendapatkan sepeda sebelum turun dari panggung.
Kepada para peserta, Jokowi tak lupa menyampaikan pesan bahwa di era melimpahnya informasi saat ini, pers justru semakin diperlukan. "Untuk menyampaikan kebenaran, sebagai penegak fakta-fakta, dan pilar penegak aspirasi masyarakat”. (Bud.S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.9.2.18)
Views 134


PENA MAS UNTUK GUBERNUR JATIM
Dihadapan Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo menerima penghargaan Pena Emas yang disematkan oleh Menteri Komunikasi Dan Informatika, Rudiantara, pada puncak Hari Pers Nasional di Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2).
Ketua PWI Pusat Margiono yang juga penanggung jawab HPN 2018 mengungkapkan, bahwa Pena Emas merupakan anugerah tertinggi kepada figur yang dianggap memiliki jasa konkret bagi perkembangan pers nasional, khususnya bagi PWI dan anggotanya sebagai organisasi profesi wartawan di Tanah Air.
Margiono mengatakan, bahwa Pakde Karwo, memiliki komunikasi yang baik serta berinisiatif banyak hal dalam memperkaya rubrik di pers nasional, baik media televisi, radio maupun cetak.“Dalam catatan kami, apa yang telah dilakukan Pakde Karwo beliau memberikan ruang konkret bagi pers untuk berkembang. Tak hanya menjalankan pers sesuai fungsinya, tapi juga mengangkat persoalan isu di daerah sebagai perhatian publik menjadi istimewa”.
Sebelum menerima penghargaan tertinggi dari Persatuan Wartawan Indonesia/PWI. Pakde Karwo telah menyampaikan orasinya di Hall Dewan Pers, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bahkan, Pakde Karwo mendapatkan predikat “cum laude” dari 16 panelis yang memberi penilaian.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk masyarakat dan media Jatim. Sebab, komunikasi tidak sendiri, melainkan ada komunikator dan komunikan,” ungkap pakde Karwo
Keterlibatan media atau pers dalam pembangunan sangatlah penting. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim membuka seluas-luasnya dialog interaktif dengan masyarakat melalui ruang publik yang difasilitasi media. Diantaranya melalui dialog TV dengan acara cangkrukan, ajang wadul, obrolan issue publik dan dialog-dialog khusus. Selain itu, juga sosialisasi program di Radio Suara Surabaya dan RRI Surabaya serta analisis konten media.
Selain Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Penghargaan Pena Emas juga diberikan kepada Bupati Tabalong Kalimatan Selatan. (Bud.S.komifojatim.Mak’skom.IPJT.9.2.18)


Kamis, 08 Februari 2018

PWI LAMONGAN BEDAH RUMAH DI HARI PERS .BBBBBBBBBBBNNNNN
Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas yang akan dituntaskan Pemkab Lamongan. Terkait itu, Saat ini Bupati Lamongan Fadeli sedang fokus meningkatkan kesehatan hunian warganya.Hal itu disampaikannya saat menghadiri bakti sosial bedah rumah yang oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) ke 72 di Desa Banaran Kecamatan Babat, Kamis (8/2). Salah satunya dengan melakukan perluasan program plesterisasi.
“Saya menyambut baik program seperti ini, karena sangat membantu program Pemkab Lamongan,“ kata Bupati Fadeli.Menurutnya. karena saat ini  Pemkab Lamongan sedang menuntaskan program plesterisasi bagi 62 ribu rumah.  Di tahun 2017 sudah ada 41 ribu rumah yang dibantu, dan sisanya sebanyak 21 ribu rumah akan dituntaskan tahun ini.
Pemda berkeinginan semua rumah di Lamongan berklasifikasi sehat. Salah satunya lewat program plesterisasi. Karena lantai rumah dari tanah bisa sangat berpengaruh bagi kondisi kesehatan semua penghuni rumah.Selain plesterisasi, di tahun ini sebanyak 400 unit rumah akan menerima bantuan bedah rumah dari Pemkab Lamongan.
Terkait dunia pers, dia menyampaikan apresiasinya kepada wartawan yang selama ini telah turut serta dalam menyukseskan pembangunan di Lamongan. Sepertinya tuntasnya program jambanisasi sehingga Lamongan berstatus Open Defecation Free(ODF), bebas  pasung serta sosialisasi pendidikan karakter lewat gerkan 1821.
“Semoga kedepan PWI semakin jaya dan sukses, terima kasih, “ ujarnya dalam acara yang juga dihadiri Kapolres Lamongan AKBP Feby D. P. Hutagalung tersebut.
Hal serupa disampaikan Kapolres Lamongan AKBP Feby D. P. Hutagalung. Dia berharap silaturrahmi dan kemitraan bersama insan pers dapat terus terjalin.
Terkait jelang pelaksanaan Pilgub Jatim, dia berharap insan pers di Lamongan bisa memberikan kontribusi positif, sebagaimana yang sudah berjalan selama ini.
Sementara Ketua PWI Lamongan Bachtiar Febriantio mengatakan pada awalnya bedah rumah itu hanya diperuntukkan 1 rumah. Namun ada sambutan baik dari Bupati Lamongan sehingga ada bantuan lagi untuk 1 rumah lainnya. Kedua rumah yang dibedah itu milik Masfuah dan Bini, warga Desa Banaran Kecamatan Babat.
Bedah rumah itu adalah bagian dari rangkaian peringatan HPN ke 72 yang diselenggarakan PWI Lamongan. Selain  itu nanti juga ada kegiatan donor darah, penanaman pohon dan puncaknya dengan menggelar sarasehan dan pelantikan pengurus PWI Lamongan pada 20 maret. (Bud S.Kominfojatim.Mak’skom.IPJT.8.2.18)
Views 54