Sabtu, 30 Juli 2022

 

SDT.NGOBROL.15

BUDI SAMPURNO.JULI.1

NGOBROL BIN AJAIB

Wagiarti menghampiri Wagiman yang sedang duduk di teras sambil membenahi buku-buku kliping koran kesayangannya. Wajah Wagiarti tegang cemberut, menghentakkan pantatnya di kursi sebelah Wagiman. Wagiman agak terkejut melihat polah isterinya yang biasanya lembut, tapi kali ini tampak tegang seperti ada sesuatu yang tidak berkenan dihatinya.

WAGIMAN    : “ Ada apa, sayang…kok wajahnya kayak mahasiswa yang sedang demonstrasi?. Suamimu ini tetap sayang kok….”.

WAGIARTI    : “ Gombal !!”

WAGIMAN    : “ Lho……!!”.

WAGIARTI   : “ Yang gombal bukan bapak. Ibu sangat tahu kalau bapak itu sangat sayang sama saya. Yang gobal itu yang nggak kuat drajat. Sudah pangkat tinggi, kelakuannya bikin malu institusinya!. Alhamdulillah, kita nggak punya anak yang jadi polisi, ya pak!”.

WAGIMAN   : “ Eee…kok gitu…”

WAGIARTI  : “ I ya lah pak. Polisi kok bunuh polisi. Dan sekarang jadi masalah. Jeruk kok makan jeruk”.

WAGIMAN   : “ Ya… Namanya khilaf, bu. Tapi ya memang benar ibu. Bikin malu institusinya. Peristiwa pembunuhan itu di rumah Komandan yang punya jabatan strategis, sudah bikin malu. Apalagi pengusutannya malah tidak segera tuntas. Siapa pembunuh yang sebenarnya, masih jadi polemik”.

WAGIARTI    : “ Kasihan keluarga korban, sudah kehilangan anak. Pembunuh sebenarnya sampai sekarang belum di tangkap. Saksi sudah banyak yang dimintai keterangan. Termasuk tujuh ajudannya……. Ajudan kok sampai tujuh ya, pak. He he he…Berbagai organisasi juga sudah ikut terlibat. Masak i ya masalah begitu saja kok sampai sekarang belum ada titik terangnya”.

WAGIMAN   : “ Kapolri telah membentuk Tim Khusus yang diketuai oleh Wakapolri. Tidak ketinggalan Kompolnas juga sudah berinisiatif ikut mencoba mengungkap mesteri pembunuhan ini. Sementara, Kompolnas juga memiliki tugas untuk mengawasi kinerja Polisi”.

WAGIARTI   : “ Ada lagi pak…itu HAM juga sudah bergerak. Tambah lagi, …. itu Tim Pembelanya si korban, juga sudah melakukan pencarian fakta kemana- mana. Katanya menemukan berbagai keanehan atau kejanggalan. Sebagian hasilnya investigasinya juga sudah diinformasikan ke kalayak ramai”.

WAGIMAN   : “ Media, televisi dan surat kabar rame memberitakan. Kok itu bu. Medsos lewat internet juga sudah berseliweran rame-rame menggunjingkan peristiwa yang unik di Lembaga Kepolisian. Tentunya ini menjadi pertaruhan nama baik Lembaga Kepolisian. Apalagi Presiden juga sudah menghimbau secara khusus, supaya kasus ini ditangani secara terbuka dan secepatnya….. Apalagi coba!..... Aneh ya bu!?”.

WAGIARTI   : “ Bin ajaib….”. Kalau mengusut perkara orang kecil saja cak cek, alias cepat. Ini yang di bilang orang bahwa hukum itu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kabarnya sang jenderal sudah dinonaktifkan dari jabatannya. Kan menjadi lebih gampang, karena sudah tidak bisa mempengaruhi orang-orang disekelilingnya”.

WAGIMAN   : “ Lho… tetapi menurut harian JAWA POS hari Jum’at tgl 29 Juli ini, masih punya jabatan yang belum dinonaktifkan, bu”.

WAGIARTI   : “ Lah…kok bisa aneh “.

WAGIMAN   : “ Jabatannya juga penting. Sebagai Kasatgasus…”.

WAGIARTI   : “ Jabatan apa dan tugasnya apa, pak !?.

 WAGIMAN  : “ Embuh, ora weruh… Di Lembaga Kepolisian itu kan banyak mempergunakan singkatan-singkatan. Yang bagi orang awam seperti kita dan kebanyakan orang,…..juga mbuh ora weruh….. Ora ngerti “.

WAGIARTI   : “ Untung kita nggak punya anak yang jadi polisi…. Wis lah, ngobrol nggak ada gunanya. Tak ke belakang, meneruskan seterika baju suami sayangku…..”.

Wagiman cepat berdiri, bermaksud mendekati Wagiarti. Isterinya langsung berdiri, berlari kebelakang sambil megal-megol. Sore itu tidak ada segumpal awanpun di atas langit. Cerah, seperti wajah Wagiarti yang sedang lari megal-megol. Hilang sudah cemberut dan ketegangannya setelah habis berbicara dengan suami tersayang (Budi Sampurno.Mak’skom.IPJT.30.7.22)

 

 

 

Senin, 25 Juli 2022

 

SDT.KOMEN.26

Budi Sampurno.Juli.1.22



CAPRES-CAWAPRES

Pemilu masih di tahun 2024, tetapi suasana sudah menghangat. Suasana politik. Coba kita perhatikan. Peristiwa beberapa waktu berlalu, BUMN tidak menseponsori ajang balab FORMULA E, sedangkan awalnya minuman keras menseponsori, dua-duanya diributkan secara politis. Kehadiran Presiden Joko Widodo di arena lomba balab tsb, juga menjadi arena pembicaraan berbau politis. Kalau tidak datang menghadiri, merupakan kekalahan besar bagi Anies Baswedan. Tetapi kalau Presiden hadir, ditafsirkan sebagai kemenangan politis bagi Anies Baswedan. Dan ternyata Presiden Jakowi menghadiri, bersama beberapa Menterinya.

Ada lagi yang membuat heboh, ketika ada Menteri yang duduk di Kabinet, serta Lembaga Survei melontarkan gagasan penambahan masa jabatan Presideen Jakowi. Ini berarti harus  ada amandemen, mengubah Pasal 7 UUD 1945, tentang masa jabatan Presidenn dan Wakil Presiden. Yang diterakan : “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan”. Pro kontra langsung membara dimana-mana. Banyak tokoh muncul berbicara dengan berbagai argumentasi, baik dari yang pro atau pun yang kontra dengan penambahan masa jabatan tsb. Tampaknya Presiden Jakowi tidak ingin di pandang tidak konstitusional dan nantinya di kenang sebagai Presiden yang haus dengan  kekuasaan seperti pada jaman Orde Baru. Dengan jelas dan tegas Presiden menolak gagasan penambahan masa jabatannya. Presiden Jakowi melarang para Menterinya untuk berbicara tentang penambahan masa jabatan dan tentang penundaan pelaksanaan Pemilu 2024. Dan meminta kepada masyarakat serta para tokoh politik untuk segera menghentikan polemik yang sudah membara dimana-mana. Bahkan sudah ada mahasiswa yang turun ke jalan menyuarakan aspirasinya.

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden masih cukup lama, tetapi  sudah ada beberapa tokoh yang muncul dan dimunculkan oleh para simpatisannya. Masyarakat juga sudah mereka-reka siapa yang pantas untuk menjadi Presiden di th 2024, mengingat tugas berat pasti menanti, karena diharapkan ada pengganti yang benar-benar mampu meneruskan program Pemerintah sekarang (Presiden Jakowi), termasuk proyek besar pemindahan Ibu Kota Negara RI. Proyek ini akan diteruskan atau tidak diteruskan. Akankah menjadi monumen mangkrak seperti Proyek Hambalang di jaman Presiden yang lalu. Apalagi, dunia dan termasuk Indonesia habis dijadikan bulan-bulanan oleh Covid-19. Semua negara di dunia waktunya bangkit dari hajaran Covid-19, sekarang ini waktunya setiap negara bebenah, terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Maka Presiden Indonesia mendatang, haruslah orang yang kuat dan berprinsip membangun Indonesia. Tetapi harus orang yang  tanpa pamrih dengan kekuasaan, tetapi justru untuk bangkit mengejar ketinggalan-ketinggalan dan keterpurukan selama ini akibat hantaman Covid-19 dan tetek-bengeknya.

Kita juga harus sudah berpikir, pemimpin yang bagaimana yang kita pilih. Pemimpin yang punya kemauan dan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan negara dan bangsa, ataukah pemimpin yang  berpikir dan beorientasi kekuasaan. Partai-partai juga sudah memunculkan nama-nama yang digadang-gadang untuk bisa dicalonkan sebagai Capres dan Cawapres. Seperti Probowo Subianto, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Cak Imin, Agus Harimurti Yudoyono dan lain-lain. Ada lagi beberapa Gubernur yang mulai rajin mondar-mandir berkunjung ke daerah yang bukan daerah wilayahnya. Dan sebentar lagi akan muncul atau dimunculkan Parpolnya atau simpatisannya. Bahkan sudah ada Partai Politik yang memunculkan Andika Perkasa yang masih aktif sebagai Panglima TNI.

Lalu, adakah nama-nama yang sudah mucul kepermukaan itu bisa di gadang-gadang menjadi pemimpin yang berorientasi mau dan mampu menyelesaikan persoalan negara dan bangsa?.

Ada Ketua Partai yang dulunya bersaing, ketika di-ajak masuk kabinet, ternyata mau. Ada Ketua Partai, tapi partainya ricuh, bahkan pecah. Ada yang nggak punya partai, tetapi rekam jejaknya pernah berorientasi dengan para penjual agama.

Siapa yang nanti jadi Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2024, sangat tergantung kedewasaan dan kecerdesan serta kejelian masyarakat. Bisakah memilih orang yang mau dan mampu serta berorientasi kepada pembangunan negara dan bangsa, membangun keadilan serta kemakmuran bagi rakyatnya. Tidak hanya berorientasi kepada kekuasaan.  Jangan sampai rakyat tertipu dengan janji-janji serta pencitraan semu yang di bangun oleh Tim Suksesnya serta Lembaga Survei yang memang dikendalikan oleh para intelektual politisinya.(Budi Sampurno.Mak’skom.IPJT.25.7.2022)

 

 

 

 

Minggu, 03 Juli 2022

 

 

SDT,BUKU, 12.

Budi Sampurno.Juli.1.2022


Anda mahasiswa, dosen komuniksi atau anda sudah bekerja yang di beri tugas melakukan lobi, negosiasi. Atau anda sudah bekerja dan ditempatkan pada Departemen Public Relations, pasti memerlukan buku yang bisa dipelajari untuk menambah wawasan serta bisa mendukung penyelesaikan tugas anda. Ada sebuah buku yang cocok untuk itu. Judulnya: TEKNIK LOBI DAN DIPLOMASI.

Buku ini di tulis oleh ZAINAL ABIDIN PARTAO, M.M, diterbitkan oleh PT.INDEKS, Kelompok GRAMEDIA. Penyunting Bahasa: DRA,LIDIA EVELINA, M.M; Copy Editor: INDRIANI; Tata Letak IWAN KURNIAWAN, dkk; Penyelaras RIA DEWI KUSMIARTI; Desain Cover RIRIP SANTOSA; Koordintor Editorial R. MASRI SAREP PUTRA; Koordinator Produksi  EDMUNDUS A.HARYADI; Manajer Penerbitan I MADE G. SUTEJA

Buku yang sangat bermanfaat ini di-susun dalam 14 BAB.

 

BAB I   :  PENDAHULUAN

BAB 2   :  LOBI

BAB 3   :  DIPLOMASI

BAB 4   :  HUBUNGAN ANTARA LOBI, DIPLOMASI, DAN NEGOSIASI TERHADAP

                  FUNGSI PR

BAB 5   :  LANGKAH DAN STRATEGI LOBI

BAB 6   :  ANTARA LOBI, DIPLOMASI, NEGOSIASI DAN PERUNDINGAN

BAB 7   :  MEMAHAMI POLA PIKIR ORANG LAIN

BAB 8   :  KONFLIK DALAM LOBI

BAB 9   :  HAMBATAN DALAM LOBI, DIPLOMASI, DAN NEGOSIASI

BAB 10 :  MASALAH KOMUNIKASI DALAM LOBI

BAB 11 :  STRATEGI MENGHADAPI ORANG YANG SULIT DAN MENCIPTAKAN

                 KERJA SAMA

BAB 12 :  BAHASA TUBUH DAN BAHASA NONVERBAL LAIN

BAB 13 :  PENTINGNYA MENDENGARKAN DALAM LOBI DAN DIPLOMASI

BAB 14 :  PENUTUP

                  DAFTAR PUSTAKA

                  BIOGRAFI SINGKAT

Menurut buku ini, pekerjaan melobi bukanlah merupakan pekerjaan yang sulit. Karena untuk melakukan lobi, sebenarnya tersedia banyak perakat yang mendukungnya. Dan sebenarnya kemampuan melobi sangat diperlukan bagi diri pribadi sendiri serta juga suatu organisasi. Organisasi pencari laba ataupun organisasi yang tidak mencari laba. Pada intinya, baik para pejabat atau karyawan harus bisa berhubungan dengan  baik, serta memberikan keuntungan kepada organisasi atau perusahannya. Untuk mencapai tujuan itu, baik bagi para pejabat ataupun para karyawan perlu mempelajari strategi pelaksanaan lobi.

Oleh karena itu, buku ini membicarakan secara mendalam yang berkaitan dengan permasalahan lobi. Seperti tentang komunikasi; tujuan komunikasi; tujuan diplomasi; sasaran lobi; cara memahami pola pikir orang; cara negosiasi; kemungkinan konflik dalam melobi; tingkat kecerdasan manusia; tingkat kedalaman berkomunikas; tipe kecerdsan manusia;tipe keperbadian manusia.

Oleh karenanya, buku ini perlu di simak oleh para mahasiswa, para pejabat, para aktivis dalam berbagai bidang. (Budi Sampurno.Mak’skom.IPJT.3.7.2022)

 

 

 

Kamis, 30 Juni 2022

SDT.KOMEN.25

BUDI SAMPURNO.Juni.2.22




Saya tersedak lagi melihat dan membaca Harian JAWA POS terbitan Selasa 28 Juni 2022 di halaman 1, pojok kiri. Siapa lagi kalau bukan WAHYU KOKKANG, mengilustrasi CLEKIT. Dua ekor sapi bercakap berkomentar tentang Penyakit Mulut Dan Kuku. “ HARUSNYA MANUSIA YANG KENA PMK YA, KARENA MULUTNYA JAUH LEBIH NGAWUR DARI PADA KITA!”.

Logika yang disampaikan WAHYU KOKKANG memang benar-benar tepat. Mulut itu merupakan rongga di muka, tempat gigi dan lidah, untuk memasukkan makanan ( hal , 672. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, th 1997 ). Kalau kita tilik fungsinya, yaitu untuk makan, minum, kadang-kadang untuk bernafas dan kadang-kadang juga untuk berciuman, yang tidak kalah penting untuk berbicara. ( berbicara artinya: berkata, bercakap, berbahasa. hal 130, idem, Kamus Besar Bahasa Indonesia ).

Fungsi itu semuanya akan berjalan secara rutin, termasuk berbicara. Berbicara bisa dengan diri sendiri dan juga bisa dengan orang-orang lain. Apa yang menjadi bahan bicara adalah dari buah pikiran yang sudah lampau, yang sedang dialami atau juga yang akan dialami. Jadi pengetahuan, pengalaman seseorang akan bisa muncul sebagai referensi pada saat berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain.Artinya, pikiran kita adalah merupakan sebagai hasil interaksi dengan manusia dan lingkungannya. Sementara itu untuk mencapai the contion of success communication, diperlukan juga yang di sebut etika.

Nah…..!!. Sapinya CLEKIT memang benar. “HARUSNYA MANUSIA YANG KENA PMK YA, KARENA MULUTNYA JAUH LEBIH NGAWUR DARI PADA KITA!”.

Sapi memfungsikan mulut lebih banyak untuk makan. Berbicara antar sapi dan manusia pun jarang. Tapi mulut manusia, tiap hari fungsi mulut dipergunakan. Mulutnya lebih ngawur ( kata CLEKIT). Termasuk ngawur dan banyak yang tidak mengenal etika. Pada   hal mereka ada yang bergelar Profesor, Doktor, Guru Besar, Politikus, anggota terhormat DPR dsb. Coba perhatikan di layar televisi, kala berdebat. Ngeri melihatnya. Ada yang sambil gebrak-gebrak meja, ada yang mengguyur secangkir air teh ke muka lawan bicaranya. Hati nuraninya tertutup. Pada hal di-tonton oleh orang banyak, termasuk orang awam yang pendidikannya kurang, intelektualnya sedang-sedang saja. Dan parahnya juga di lihat anak-anak setingkat SLA, SMP serta anak-anak kecil juga. Mereka memberi contoh yang teramat tidak sopan, struktur kalimat bicaranya juga tidak mencerminkan tingkat intelektualnya. Sepertinya, hati nuraninya sudah tertutup dengan kepentingan-kepentingan pribadi atau golongannya

Se-ingat saya, ketika mengikuti program SPAMEN, atau program Pendidikan lainnya, para peserta diajari tata cara berdiskusi yang cerdas serta sopan tapi tidak merendahkan lawan bicaranya.

Dari memfungsikan mulut, manusia membuahkan berbagai kejahatan, seperti penipuan besar-besaran kayak investasi bodong, korupsi. Coba kita ingat-ingat para pejabat yang di borgol KPK. Misalnya, Ismunarso Bupati Situbondo th 2008; Bambang Irianto Walikota Madiun th 2016; Taufiqurrahman Bupati Nganjuk th 2017; Eddy Rumpoko Walikota Batu th 2017; Masud Yunus Walikota Mojokerto th 2017; Nyono Wiharli Suhandoko Bupati Jombang th 2018; Moch.Anton Walikota Malang, th 2018 dan banyak lagi. Belum lagi kisah minyak goreng, kisah PT.GARUDA, dan banyak lagi. Memang CLEKIT sangat benar. Terima kasih WAHYU KOKKANG. (BUDI SAMPURNO.Mak’skom.IPJT.30.6.2022)

 

 

  

Senin, 27 Juni 2022

 

SDT.SASTRA.21

BUDI SAMPURNO.Juni.1


DAFA, MINA DAN RAHASIA KUE LEBARAN.

Cerpen ini di buka dengan “ Lebaran bagi Mina adalah membuat berbagai jenis kue kering yang kemudian ia bagikan ke anak dan cucunya. Ia mengerjakannya siang dan malam, kadang dari pagi sampai tengah malam, demi bisa selesai sebelum Ramadhan habis di telan Syawal, sebelum  ia harus menjamu para tamunya, tapi…..

Itulah pembuka cerpen yang di muat di Harian KOMPAS pada terbitan hari Minggu, tgl. 15 Mei 2022. Cerpen yang menarik ini diuraikan oleh Sdr. ALIURRIDHA.

Kisah nenek Mina yang suka membuat kue kering dan sering dimarahi oleh suaminya :” Ini sudah malam. Besok lanjutkan lagi. Kamu ini tidak kasian dengan tubuhmu. Sampai kapan mau siksa diri?” kata suaminya dengan nada jengkel. Lelaki itu tidak tahan mendengar isterinya yang terus meringis tersebab kaki dan pinggang tuanya berkedut nyeri.

Cerpen ini berkisah tentang Mina yang sangat suka membuat kue menjelang lebaran. Dan kue itu akan disuguhkan kepada sanak keluarga serta para tamu yang datang ke rumahnya.

Dafa, cucunya, seorang anak laki-laki sangat senang membantu neneknya membuat kue. Dan dia sendiri juga menjadi ikut suka membuat kue. Serta hasilnya juga selalu bagus , enak. Ayahnya memandang karena Dafa seorang laki-laki maka tidaklah pantas kalau suka membuat kue. Itu pekerjaan perempuan, katanya.

“ Sudah ku bilang kamu itu laki-laki dan laki-laki-laki itu tidak membuat kue!”. Tegas bapaknya.” Kamu mau dikatain banci”. Rahang laki-laki itu mengeras dan berkedut seperti insang ikan yang sedang mengambil nafas. Ayah Dafa  dari dulu sudah melihat gejala yang berbeda. Dafa dari kecil lebih suka memainkan mainan perempuan dari pada mainan laki-laki, ia lebih senang bermain masak-masakan  ketimbang main bola. Dafa juga berhati lembut dan tidak suka berkelahi seperti kebanyakan teman-teman lelakinya. Ayahnya tidak pernah mendengar ceritera Dafa berkelahi. Dafa selalu menghindari masalah, itu sebabnya ia lebih senang bermain dengan teman-teman perempuannya. Hal itu membuat ayahnya cemas sehingga ia pernah mengadu Dafa dengan sepupunya dan ketika Dafa kalah, ayahnya sangat marah. Namun neneknya selalu membela Dafa dan marah kalau melihat Dafa di adu dengan sepupunya.

Meskipun ayahnya selalu memarahi, Dafa tetap  berusaha membuat kue dengan racikan sesuai ajaran neneknya. Karena kue buatan neneknya selalu enak dan disenangi serta di puji sanak keluarga. “Kamu boleh datang kapan saja ke rumah nenek kalau mau belajar, Nenek dengan senang hati mengajarimu”. Kata Mina kepada Dafa. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke-telinga Dafa dan berkata: “ Tenang  saja, ayahmu tidak akan tahu”.

Setiap liburan, Dafa pergi ke rumah neneknya. Dengan serius belajar membuat kue, dan ne

neknya sangat senang dengan keseriusan Dafa, kecakapannya meniru rasa kue buatannya. Mina benar-benar tidak menyangka dari semua anak dan cucunya, justru Dafa yang memiliki bakat dan ketekunan untuk mewarisi resep turun temurun itu.

Jamal, ayah Dafa begitu mengetahui anaknya melajutkan ke Jurusan Tata Boga, marah bukan alang kepalang. “ Sudah ku bilang kamu itu laki-laki, kamu tidak boleh mengambil Tata Boga”, bentak ayahnya.

Dafa ingin membantah  ayahnya, tetapi hanya bisa meneteskan air mata. Kembali ayahnya berkata dengan mata yang kemerahan, sambil rasanya ingin memukul anaknya. “ Laki-laki jangan menangis. Kamu memalukan!”. Kata ayahnya setengah berteriak dan bermaksud untuk menempeleng Dafa, anaknya. Memang Jamal tidak jadi menempeleng. Jamal menjadi berwatak keras sejak isterinya meninggalkan dan lari bersama laki-laki lain. Dafa waktu itu masih berusia empat tahun. Jamal sendirian mengasuh, membesarkan Dafa. Akhirnya Dafa menuruti ke hendak ayahnya, masuk ke Jurusan Fisika Murni. Ayahnya sangat bangga. Dafa tidak kuliah di kota ayah dan neneknya, ayahnya takut kalau Dafa sering bertemu dengan neneknya. Tapi tanpa sepengetahuan ayahnya, Dafa kuliah merangkap di Tata Boga. Tiap liburan dengan rajin Dafa mengunjungi neneknya serta terus belejar membuat kue. Di kota tempat kuliah, Dafa merintis usaha jualan kue. Ketika ayahnya mengetahui, marah bukan alang kepalang. Hubungan ayah dan anak yang sejak dulu tidak baik, menjadi semakin tidak baik. Ayahnya menjadi dingin dan tidak mau bicara lagi Dafa.

Usaha Dafa semakin maju dan bisa menyewa ruko serta berhasil memperluas pasarnya. Dan tidak hanya berjualan kue kering, tetapi juga jajanan lainnya. Nama Dafa dijadikan brand kue dan jajanan yang dijualnya. Dafa memang punya bakat kuat di bidang perkuean dan jajanan. Rukonya berkembang dan bertambah jumlahnya.

ALIURRIDHA, sang penulis cerpen memberikan catatan, bahwa bakat memang seperti benang jahit dalam lubang jarum. Sekecil apa pun lubang itu, ia akan selalu bisa masuk menembusnya. Meski belajar hanya sekali dua, Dafa dengan cepat mampu meniru kue buatan Mina, neneknya.

TUHAN memang memiliki hak prerogratif. Tidak ada yang mampu membantah. Di tengah usaha Dafa yang semakin maju, hubungan ayah dan anak menjadi tambah renggang. Di tengah kondisi semacam itu, cerpen di tutup:“ Pulanglah nak, kata suara telepon di seberang. Suara itu serak seperti ada pecahan kaca tersangkut di tenggorokannya. Dafa benar-benar kaget ketika ayahnya yang telah begitu lama tidak menghubunginya tiba-tiba menelpon. Ketika ia bertanya alasannya, tangis pecah di seberang. “ Nenekmu…nenekmu”. Ia tidak mampu menyampaikan kabar duka kepada anak yang terus ia halang-halangi untuk bertemu dengan neneknya, dulu. Semalam Mina meninggal….

Mudah-mudahan peristiwa tragis ini akan membuat hubungan ayah dan anak menjadi baik kembali. Semoga!.

Sayang, cerpen yang apik ini, ilustrasi hasil karya I MADE WAHYU FRIANDA bagi saya, kurang mengena dengan tema ceritera yang di uraikan oleh ALIURRIDHA. (Budi Sampurno.Ma’skom.IPJT.27.6.2022)

 

 

 

 

 

Rabu, 22 Juni 2022

 

SDT.BUKU.11

BUDI SAMPURNO.Juni.2.2022


Tokoh-tokoh ternama dunia memang banyak. Salah satunya adalah berasal dari Indonesia. Yaitu Bung Karno. Tokoh ini banyak yang memuji, tetapi ada pula yang mencemooh serta membencinya. Karena politik, maka ada juga yang beranggapan Bung Karno adalah komunis. Tetapi sebenarnya, sampai sejauh mana pemahaman Bung Karno terhadap Tuhan dan agama. Untuk memahaminya tentulah kita harus membaca berbagai referensi, agar kita mendapatkan hal yang sebenarnya tentang Bung Karno. Referensi itu, antara lain dengan mendapatkan buku yang berjudul : ENSIKLOPEDIA KEISLAMAN BUNG KARNO, Buku ini di-tulis oleh RAHMAT SAHID, Tim Riset, ISLAHUDDIN, DARWIN ISKANDAR, MOHAMAD YUSRON.  Editor  MOH. SIDIK NUGRAHA, Penata Letak AKSIN MARUF, Perancang Sampul ANDREAS KUSUMAHADI. Penerbit: EXPOSE. Alamat Gedung Cibis Nine,Lt.12 Unit G2, Jl. TB.Simatupang No 2, Cilandak, Jakarta Selatan, Tlp.021.22741405, E Mail:
communication@expose.co.id; Website: http://www.expose.co.id. Cetakan ke 2, Juni 2018. Didistribusikan oleh MIZAN UTAMA (MMU).

Dalam buku ini selain, Penulis memberikan Kata Pengantar, juga putri Bung Karno, MEGAWATI SOEKARNOPUTRI memberikan Kata Pengantar dengan kalimat-kalimat yang tegas.

Buku ini dengan ketebalan 354 halaman, di bagi dalam 10 BAB, terdiri dari :

 

BAB   1  . BUNG KARNO TENTANG TUHAN

BAB   2  . BUNG KARNO TENTANG AL-QUR’AN

BAB   3  . BUNG KARNO TENTANG ISLAM

BAB   4  . BUNG KARNO TENTANG NABI MUHAMMAD Saw

BAB   5  . BUNG KARNO TENTANG NILAI-NILAI ISLAM

BAB   6  . BUNG KARNO  DAN MASJID

BAB   7  . BUNG KARNO DAN DUNIA ISLAM

BAB   8  . SPIRITUAL ISLAM BUNG KARNO

BAB   9  . BUNG KARNO DAN TOKOH ISLAM

BAB  10 . BUNG KARNO DAN ORMAS ISLAM

Di tambah dengan daftar pidato-pidato Bung Karno

 

Kata Pengantar yang disampaikan oleh MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,  intinya adalah : Alam pikiran Bung Karno sejak kecil sudah bersentuhan dengan nilai-nilai ketuhanan yang menyatu dengan nilai kemanusiaan, kerakyatan, kebudayaan dan pemahaman yang begitu kuat terhadap jati diri dan martabat bangsa Indonesia. Lalu dicuplikan pidato Bung Karno pada tgl 1 Juni 1945 yang kemudian ditetapkannnya sebagai Lahirnya Pancasila, yaitu : “ Untuk pihak Islam, inilah tempat yang terbaik untuk memelihara agama. Kita, saya pun, adalah orang Islam, maaf beribu-ribu maaf keislaman saya jauh belum sempurna, tetapi kalau Saudara-saudara membuka saya punya dada, dan melihat saya punya hati, tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan hati saya Islam. Dari hati Islam Bung Karno ini, ingin membela Islam dalam mufakat dalam permusyawaratan”.

Dalam buku ini juga disebutkan, bahwa proses pencarian Tuhan, oleh Bung Karno yaitu, sejak masa remaja menunjukkan ada upaya yang begitu kuat sehingga memunculkan keyakinan yang sangat kuat dalam mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, Allah Swt. Padahal semenjak kecil ia tidak mendapatkan pelajaran Islam dari kedua orangtuanya, meskipun mereka beragama Islam. Oleh karena itu Bung Karno selalu berdoa agar Allah Swt, senantiasa memberikan rahmat kepada ayah dan ibunya.

Dalam buku ini juga disebutkan, bahwa banyak kalangan yang menilai Bung Karno adalah tokoh nasionalis. Padahal sebenarnya ia adalah tokoh nasionalis sekaligus religious. Pergaulannya dengan tokoh-tokoh Islam sebenarnya hal yang biasa karena Bung Karno sendiri adalah seorang tokoh Islam. Ia dekat dengan semua tokoh Islam dari berbagai organisasi dan golongan.(Budi Sampurno.Mak’kom.IPJT.2.6.2022)

 

 

Minggu, 19 Juni 2022

 

SDT.NGOBROL15.

BUDI SAMPURNO.JUNI.2.


NGOBROL ROKOK

Tukang sayur yang selalu rokok sudah lewat. Wagiarti tetap di teras rumah menunggu si Ari tukang sayur yang tidak merokok. Tak lama kemudian si Ari datang dan Wagiarti segera merubungnya bersama ibu-ibu lainnya. Selesai membayar belanjaannya, Wagiarti langsung masuk rumah menuju dapur. Suaminya, Wagiman mengikuti sambil menenteng botol semprotan alkohol. Setelah belanjaan di bongkar, dengan sigap Wagiman menyemprot satu persatu sayuran, berambang, lombok, mentimun, buah waluh serta membiarkannnya terbeber di atas lemari dapur. Wagiarti mencuci tangannya dengan sabun. Setelah itu, suami isteri berjalan menuju ruang teras.

WAGIMAN    : “ Ibu tadi waktu belanja kok seperti tergesa-gesa, kena apa ya?”

WAGIARTI   : “  Itu, tadi pak Jono ikut isterinya belanja. Tapi yaitu, sambil rokok jedal-jedul. Asapnya tertiup angin mengarah ke-muka ibu. Sebel jadinya!”.

WAGIMAN   : “ Ooooo…tapi ya nggak usah cemberut gitu lah… Nggak enaklah sama bu Jono-nya”.

WAGIARTI  : “ Biarkan saja pak…. Ibu-ibu lainnya juga negur. Bu Jono-nya cuma mesam-mesem”.

WAGIMAN   : “ Ya…Memang merokok itu banyak bahayanya”.

WAGIARTI  : “ Itu bapak tahu. Apa saja sih bahayanya rokok itu pak”.

WAGIMAN  : “ Banyak bu. Makanya Pemerintah Kota Surabaya memberlakukan peraturan bagi orang yang sedang merokok. Yaitu, Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya tentang Kawasan Tanpa Rokok yang diberlakukan mulai tgl 1 Juni 2022. Dan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) no. 2/2019. Perwali ini tidak melarang orang untuk merokok, tetapi kalau mau merokok harus di-tempat yang sudah disediakan”.

WAGIARTI   : “ Tempat itu di-mana saja, pak ?. Kok tidak di-larang merokok, tapi kalau merokok harus di-tempat yang sudah disediakan”.

WAGIMAN   : “ Ya…tempat yang disediakan, yaitu, misalnya di tempat kerja, tempat umum,. Di-lokasi itu harus disediakan ruang untuk dapat merokok. Dan ruang itu harus disediakan jauh dari ruang utama. Kalau di-tempat kerja..ya harus jauh dari tempat ruang kerja utama. Tetapi tidak semua kantor harus menyediakan ruang untuk merokok. Ada tempat kerja yang harus benar-benar bersih dari rokok. Seperti, tempat sarana kesehatan, sarana belajar- mengajar, area kegiatan anak, sarana ibadah dan angkutan umum. Di-sini justru di-larang menyediakan ruang untuk tempat merokok. Dan merokok di kawasan itu juga di larang”.

WAGIARTI   : “ Baguslah kalau begitu. Tapi pengawasannya bagaimana serta kalau ada pelanggaran bagaimana ?”

WAGIMAN   : Ya, itu ada aturannya toh, bu. Serta ada sangsi pula. Kalau suatu kantor atau instansi, melanggar maka dikenakan denda. Misalnya, untuk usaha kecil Rp. 1.000.000.-, usaha menengah Rp.5.000.000,- Sedangkan jenis usaha besar dikenakan Rp.15.000.000.-“.

WAGIARTI   : ” Wah cakep juga peraturannya. Lalu siapa yang mengawasinya, Pak?”.

WAGIMAN   : “ Ya sudah ada yang ditugasi untuk memantau pelaksanaan peraturan ini, bu. Pasti ada lah…Serta masyarakat juga diharapkan ikut mengawasinya dan jangan ragu untuk melaporkan kepada yang berwajib bila mengetahui ada pelanggaran”

WAGIARTI  : “ Mudah-mudahan berjalan seperti yang diamanatkan, ya pak.” Lalu bahaya merokok itu apa, pak”

WAGIMAN : “ O..banyak, bu. Yaitu, nikotin. Zat ini bisa menimbulkan efek adiksi atau kecanduan. Serta mengganggu kerja jantung. Ada lagi, yaitu, karbon monoksida dan zat ini bisa menghalangi suplai oksigen ke seluruh tubuh. Memaksa jantung untuk bekerja lebih keras serta mengganggu kerja paru-paru”.

WAGIARTI  : “ Wih…menakutkan. Untung bapak nggak merokok   “.

WAGIMAN  : “ Ada lagi bahayanya”.

WAGIARTI  : “ Lho…masih ada lagi….Itu semua berupa racun untuk tubuh manusia, ya pak”.

WAGIMAN  : “ Ada bu. Seperti resiko kanker pada mulut, pita suara, tenggorokan, hati, ginjal, kandung kemih, serviks, pancreas, usus 12 jari”.

WAGIARTI  : “ Ngeri pak…!”

WAGIMAN  : “ Yeee… Masih banyak bu…! Resiko diabetes, system imun melemah, gangguan pengelihatan, luka susah kering, penyakit gigi dan mulut, gangguan indera pengecapan, pernafasan, gangguan kesuburan dan reproduksi, komplikasi kehamilan….Semuanya menakutkan bu”.

WAGIARTI  : “ Alhamdulillah, pak. Anak dan menantu kita nggak ada yang hobi rokok, ya….. E …ada tamu itu, pak…. Lho, pak RT. Temuin pak. Ibu tak buatkan wedang teh kesukaan pak RT”.

Wagiman langsung berdiri menyambut kedatangan pak RT. Wagiarti nyelonong menuju dapur.(Budi Sampurno,Mak’skom.IPJT.19.6.2022)