TENGKULAK
BERAS BAKAL MERANA
Perum Bulog dituntut untuk bisa segera mengoptimalkan serapan diwaktu panen raya padi dari para petani pada bulam Maret hingga April mendatang. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan para tengkulak gabah dan beras sebagai kompetitor Bulog akan merana tahun. Pasalnya, pihak TNI AD telah siap dan optimal mengawal dalam proses penyerapan beras oleh Bulog dari para petani.
“TNI akan terus mengawal proses tanam hingga panen dan saat penyerapan dilakukan Bulog. Di Jawa Barat ada tengkulak yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan dia mengaku kesulitan dapat gabah dan beras dari petani,” kata Amran saat di Kab Lamongan, hari Minggu yang lalu
Kesepakatan proses pengawalan dan optimalisasi serapan Bulog juga karena adanya Inpres No 5 Tahun 2015 tentang HPP (Harga Patokan Pemerintah) tidak harus sepenuhnya dilakukan. “Soal HPP tetap sesuai Inpres, tapi soal ketentuan kadar air dalam gabah harus dikesampingkan dulu. Musim hujan pasti kadar air 25-30 persen.tidak menjadi masalah, yang terpenting gabah panenan dibeli dulu sama Bulog,” tegasnya.
Bulog tidak perlu ribet memikirkan ketentuan kadar air, tapi lebih fokus membeli gabah petani. “Tidak ada alasan tidak bisa membeli gabah petani. Uang ada Rp 20 triliun. Gudang ada, beras ada, tapi selama ini dimana berasnya? Tengkulak?!. Bulog harus bisa membeli gabah beras petani supaya swasembada beras tercapai dan tidak perlu impor lagi,” katanya.
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi mengatakan, pihaknya siap mengawal proses pengadaan gabah beras Bulog. Bahkan ia mengaku ditarget oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KASAD Jenderal Mulyono untuk bisa membatu mencapai target program swasembada beras.
“Panglima TNI dan KASAD sudah memerintahkan saya untuk bisa swasembada beras tahun ini. Kalau gagal maka jabatan saya sebagai Pangdam V Brawijaya akan dicopot. Tapi sebelum saya dicopot, maka saya copot dulu Dandim (Komandan Kodim) yang gagal mencapai target swasembada,” tuturnya.
Mendengar ucapan Mayjen Sumardi, Andi Amran Sulaiman, Menteri Peratanian juga memasang target bagi Perum Bulog. “Pak Direktur Bulog, kalau Bulog Jatim tidak bisa menenuhi target, copot saja Kadivre atau Kasub divrenya yang gagal”. Tegasnya.(Budi Sampurno,Makskom,IPJT)
Perum Bulog dituntut untuk bisa segera mengoptimalkan serapan diwaktu panen raya padi dari para petani pada bulam Maret hingga April mendatang. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan para tengkulak gabah dan beras sebagai kompetitor Bulog akan merana tahun. Pasalnya, pihak TNI AD telah siap dan optimal mengawal dalam proses penyerapan beras oleh Bulog dari para petani.
“TNI akan terus mengawal proses tanam hingga panen dan saat penyerapan dilakukan Bulog. Di Jawa Barat ada tengkulak yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan dia mengaku kesulitan dapat gabah dan beras dari petani,” kata Amran saat di Kab Lamongan, hari Minggu yang lalu
Kesepakatan proses pengawalan dan optimalisasi serapan Bulog juga karena adanya Inpres No 5 Tahun 2015 tentang HPP (Harga Patokan Pemerintah) tidak harus sepenuhnya dilakukan. “Soal HPP tetap sesuai Inpres, tapi soal ketentuan kadar air dalam gabah harus dikesampingkan dulu. Musim hujan pasti kadar air 25-30 persen.tidak menjadi masalah, yang terpenting gabah panenan dibeli dulu sama Bulog,” tegasnya.
Bulog tidak perlu ribet memikirkan ketentuan kadar air, tapi lebih fokus membeli gabah petani. “Tidak ada alasan tidak bisa membeli gabah petani. Uang ada Rp 20 triliun. Gudang ada, beras ada, tapi selama ini dimana berasnya? Tengkulak?!. Bulog harus bisa membeli gabah beras petani supaya swasembada beras tercapai dan tidak perlu impor lagi,” katanya.
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi mengatakan, pihaknya siap mengawal proses pengadaan gabah beras Bulog. Bahkan ia mengaku ditarget oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KASAD Jenderal Mulyono untuk bisa membatu mencapai target program swasembada beras.
“Panglima TNI dan KASAD sudah memerintahkan saya untuk bisa swasembada beras tahun ini. Kalau gagal maka jabatan saya sebagai Pangdam V Brawijaya akan dicopot. Tapi sebelum saya dicopot, maka saya copot dulu Dandim (Komandan Kodim) yang gagal mencapai target swasembada,” tuturnya.
Mendengar ucapan Mayjen Sumardi, Andi Amran Sulaiman, Menteri Peratanian juga memasang target bagi Perum Bulog. “Pak Direktur Bulog, kalau Bulog Jatim tidak bisa menenuhi target, copot saja Kadivre atau Kasub divrenya yang gagal”. Tegasnya.(Budi Sampurno,Makskom,IPJT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar